oleh

Menuju Setahun Kepemimpinan Ridho-Bachtiar (Bagian IV) Pendidikan Maju, Seni Budaya Mundur

Harianpilar.com, Bandarlampung – Disatu tahun pertama Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri kemajuan disektor pendidikan dinilai sangat signifikan. Perhatian Gubernur termuda di Indonesia itu sangat dirasakan. Namun, di sektor seni budaya justru dinilai terjadi kemunduran.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Lampung, Wayan Satria Jaya, mengatakan, Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Ridho-Bachtiar harus diakui sangat memperhatinkan dunia pendidikan. Perhatian itu sangat nyata di rasakan terutamaoleh kalangan guru di Lampung.

“Ya beliau (Ridho) telah memberikan perhatian kepada para guru yang ada di Provinsi Lampung. Program yang digulirkan sangat mendorong kemajuan dunia pendidikan,” terangnya pada Harian Pilar, Rabu (27/5/2015).

Wayan mengatakan, perhatian tersebut dalam bentuk nyata dengan diadakannya program Lampung Mengajar dimana pada tahun 2014 sangat berhasil. Program tersebut berhasil karena menuai apresiasi positif dari berbagai kalangan yang diterima pihaknya yang telah menggagas program Lampung Mengajar, meski program ini sebagai adopsi dari program Indonesia Mengajar yang telah digagas Kemendikbud.

Lampung Mengajar menjadi salah satu program unggulan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk mengatasi kekurangan guru, khususnya pada daerah di lima kabupaten yaitu Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Barat dan Pesisir Barat.

“Sehingga baik lulusan keguruan atau bakal calon alumni jurusan ini bisa tersalurkan,” katanya.

Ia berharap ke depan pemerintah semakin meningkatkan jumlah peserta yang akan direkrut melalui program tersebut.

Jika disektor pendidikan dinilai terjadi kemajuan signifikan, berbeda di sektor Seni budaya. Para seniman Lampung melihat dalam setahun pertama Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri belum ada perhatian serius terhadap seni budaya.

Seniman Lampung, Isbedy Setiawan ZS, mengatakan, beda pemimpin beda kebijakan, beda selera, begitu juga soal perhatian terhadap seni budaya di era baru saat ini. Isbedy mengatakan, secara jujur harus diakui pada Kepemimpinan Gubernur Lampung sebelumnya perhatian terhadap kesenian dan Dewan Kesenian Lampung (DKL) cukup besar. Namun, saat ini cenderung menurun,”Saat ini sangat miris kesenian yang ada mulai terlupakan, kebijakan kesenian juga tidak ada, malah yang lebih parah DKL nasibnya masih terkatung-katung,” jelas Seniwan dengan julukan Paus Lampung ini.

Seharunya, lanjut Isbedy, Gubernur Lampung lebih menonjolkan visi misi dalam seni budaya dan programnya harus dipertajam. Sebab, suatu Negara atau Provinsi yang pertama kali dikenal dunia yaitu kesenian dan senimannya. Sementara, soal pembangunan hanya pelengkap.

“Coba lihat Provinsi lain yang pertama kali menjadi pembicaraan adalah kesenian daerah itu sendiri baru diikuti potensi yang lain,” tandasnya.

Yang terjadi saat ini Pemerintah Provinsi Lampung belum maksimal dalam mendorong kemajuan seni budaya dan hal ini harus menjadi perhatian serius kedepannya. Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung, lanjutnya,masih miliki waktu empat tahun kedepan untuk mengembangkan seni budaya.

“Seniman dan tokoh kebudayaan harus didorong maju.Gubernur harus bisa mempertajam visi kebudayaan. Jangan sampai kesenian dan seniman Lampung tersisih,” pungkasnya. (Lia/Fitri/Juanda)

Komentar