Harianpilar.com, Bandarlampung – Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Bandarlampung versi Abu Rizal Bakrie, Toni Eka Chandra, tuding pelaksanaan Musda DPD II yang digelar kubu Heru Sambodo, di kantor DPD II Partai Golkar Bandarlampung Ilegal.
Pasalnya, pelaksanaan Musda tersebut tidak diikuti oleh 20 Pimpinan Kecamatan (PK) kota Bandarlampung.
”Pelaksanaan Musda DPD II versi Agung Laksono ini, inkonstitusional, tidak sesuai PTUN padahal di tingkat nasional udah akan di adakan islah di mediasi oleh Jusuf Kalla,” ujar Tony Eka Chandra, Selasa (26/5/2015).
Karena menurutnya, ada 200 kader Golkar mendatangi kediamannya di Pahoman Bandar Lampung. Di antaranya Kapolres, Kasat Intel, Kasat Dalmas, Kasat Sabhara, Pimpinan Kecamatan ada 20.
“Musda versi Heru tidak diakui bahwa keputusan yang diakui adalah Abu Rizal Bakrie (ARB), provinsi Alzier Dianis Thabrani (ADT), dan Kabupaten/kota secara hukum kepengurusan sudah di batalkan PTUN yang diakui ARB, sesuai dengan Musdalub Golkar B234/golkar/XI/2015 yang mengatakan, tentang Kabupaten/kota sudah ada hasil musdanya,” tegasnya.
Begitu juga dengan lima daerah lainnya. “Seperti tingkat kabupaten/ kota Pesibar, Tanggamus, Lampung Utara, Kota Balam, dan kabupaten Mesuji. SK ini sudah disahkan oleh DPP Golkar, Musdalub perintah DPP untuk ditegaskan dan menghadiri, tidak diinginkan oleh unsur PK, maka tidak diperbolehkan pergantian,” tukasnya.
Dijelaskannya lagi, bahwa PK mana saja yang ikut?.”Sementara ke 20 PK ada disini semua, dan diikutsertakan dari sayap dan hastakarya yang mana yang mereka punya,”cetusnya.
Adapun langkah-langkah tegas yang akan dilakukan oleh kubu Alzier Dianis Thabrani, sambung Sekretaris Komisi III DPRD Lampung ini, pihaknya akan melakukan langkah-langkah persuasif. “Kami melakukan langkah-langkah persuasif, menunggu batas akhir kesabaran, karena agama melarang adanya kekerasan. Jika tidak ditemukan, maka alternative terakhir adalah pengambilan paksa,” tegas dia.
“PTUN kan sudah memenangkan ARB, jika nantinya kubu Agung kalah, maka kubu ARB dan ADT siap menarik dan menerima kembali kader-kader yang telah membelot. Jika tidak mau kembali, maka kita kembalikan ke AD ART, kita akan ikut keputusan Golkar DPP nanti,”tegasnya.
Bahkan Tony menuding Azwar Yakub dan Mega Putri Tarmizi bukanlah pengurus Golkar.”Azwar Yakub dan Mega Putri Tarmizi, bukanlah pengurus Golkar, dan tidak ada PK nya, mereka ntah dari mana,” ketusnya.
Sementara, Musyawarah daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Lampung versi munas ancol Agung Laksono akhirnya menunjuk Azwar Yakub sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Bandar Lampung setelah menyisihkan dua calon lainnya yakni Agus Hendri dan Husen Mahdum, saat digelar di kantor DPD II partai Golkar Kota bandar Lampung, Selasa (26/5/2015).
Ketua DPD II partai Golkar kota Bandar Lampung, Azwar Yakub, seusai Musda, mengatakan, terpilihnya dirinya setelah dilakukan voting.”Setelah diambil voting, Agus Hendri mendapatkan 1 suara dan Husen Mahdum 1 juga suara, dan saya sendiri 19 suara, maka ditetapkan dan diputuskan, maka ketua terpilih saya, ini sudah secara demokratis pemilihannya,”ungkap Anggota DPRD Lampung ini.
Ditambahkan dia, untuk Susunan kepengurusan DPD II partai Golkar Kota Bandar Lampung, pihaknya diberi waktu satu minggu dari DPD I.”Kami diberikan waktu satu minggu untuk kepengurusan ke DPD I dan DPP. Yang akan dilantik langsung oleh Agung Laksono yang dilaksanakan setelah 15 Kabupaten/kota melaksanakan Musda,”ungkapnya.
Sementara, untuk penjaringan calon pada Pilkada kota Bandar Lampung pada awal Bulan Juni mendatang.”Dan itu akan dikoordinasikan ke DPD I dan jajaran pengurus DPD Lampung,”pungkasnya.
Sementara, terkait dualisme Partai Golkar, dia mengklaim sudah islah.”Sudah mendapat petunjuk terkait kordinasi dari DPP, bagaimana teknis operasionalnya, karena DPP sudah ada mitra khusus bahwa golkar satu. Kalau untuk komunikasi, kandidat Walikota sudah ada komunikasi, namun itu dibahas setelah pelaksanaan musda. Kita buka penjaringan terbuka untuk internal dan eksternal,”jelasnya.
Selain itu, untuk mekanisme penjaringan, pihaknya akan segera membentuk tim penjaringan.”Kita secepatnya membentuk tim penjaringan,”tutupnya.
Sementara terpisah, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Metro terpilih versi Munas Ancol, Helida Heliyanti, dirinya terpilih pada Musda secara aklamasi. Dan langsung ditunjuk dari DPD I Partai Golkar Lampung.”ini melalui proses Demokrasi, secara aklamasi, Melalui musyawarah mufakat, dan langsung dibentuk formaturnya, yakni Sulasno sekretaris, Akhmad Rozi sebagai bendahara,”kata Helida, usai Musda, kemarin.
Untuk masalah penjaringan, lanjut Helida, pihaknya akan segera melakukan audiensi.”Karena saat ini kita baru koordinasi saja, dan untuk penentuannya nanti akan dibahas selanjutnya, karena Pilkada sudah didepan mata, maka harus bergegas untuk mempersiapkan penjaringan calon,” pungkasnya. (Abraham/JJ)









