Harianpilar.com, Bandarlampung – Program penerimaan mahasiswa lewat jalur bina lingkungan (biling) jalan di tempat lantaran meski sudah diketahui kuota yang dipersiapkan, namun pihak Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung selaku eksekutor hingga kini masih melakukan “hitung – hitungan” tinggi rendahnya biaya anggaran dari kedua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) setempat.
Diakui Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Disdik Bandarlampung Ryuzen Praja Tuala, meski memiliki hak untuk menentukan kuota di masing-masing perguruan tinggi, Universitas Lampung (Unila) dan IAIN, namun pihaknya masih harus memperbandingkan biaya kuliah dari kedua PTN tersebut.
“Memang kita yang berwenang penuh dalam memberikan keputusan, bukan pada pihak PTNnya. Namun sejauh ini kita juga belum bisa menentukan jumlah persentasenya, karena kita harus menghitung-hitung anggarannya,” ungkap Ryuzen, Rabu (29/4/2015).
Dikatakan Ryuzen, besar kemungkinan besatan kuota kedua PTN itu tidak akan sama lantaran biaya pada masing-masing PTN berbeda yakni biaya kuliah di Unila lebih mahal dari pada IAIN sehingga kemungkinan hal ini akan merangsang para calon mahasiswa itu akan banyak lari ke Unila.
“Jadi, harus diperhitungkan kembali secara matang, khawatirnya target mahasiswa biling sebanyak 250 orang ini nantinya malah tak terpenuhi. Jika kita membaginya tidak adil,” ucapnya.
Keputusan pembagian kuota mahasiswa akan dilakukan setelah semua sistem penerimaan mahasiswa di kedua PTN tersebut selesai. Artinya, jika nantinya terdapat sisa kursi pada penerimaan mahasiswa di kedua PTN tersebut, baru akan terlihat berapa presentase biling untuk PTN tersebut.
Rektor Institut Agama Negeri Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung Moh. Mukri mengatakan, pihaknya sangat menerima kebijakan dari Pemerintah Kota Bandarlampung ini. “Walaupun belum ada informasi soal berapa kuota untuk kami, tapi berapapun jumlahnya kami siap, karena pada dasarnya sangat baik untuk membantu masyarakat yang tidak mampu agar dapat berkuliah,”tukasnya.
Hal berbeda disampaikan oleh Humas penerimaan mahasiswa baru Unila, Khomarudin mengatakan, dari jumlah 250 calon mahasiswa yang direkomendasikan oleh Pemkot Bandarlampung, nantinya akan diseleksi ulang. “Kami akan lakukan seleksi ulang sesuai sistem penerimaan mahasiswa baru di Kampus, itu karena kami tidak menarik siswa yang kami sendiri tidak tahu kualitasnya atau akademisnya bagaimana?,” ujar Khomarudin.
Kendati belum mendapatkan kepastian akan jumlah yang direkomedasikan, namun pihak Unila akan tetap membatasi fakultas yang akan dimasukkan dalam jalur biling seperti fakultas kedokteran (FK) yang menggunakan sistem uang kuliah tunggal (UKT). (Lia/JJ)









