oleh

Cukuhbalak Masuk Zona Terisolir

Harianpilar.com, Tanggamus – Kecamatan Cukuhbalak, Kabupaten Tanggamus masuk dalam zona daerah terisolir. Salah satu penyebabnya, infrastruktur jalan di wilayah itu sangat memprihatinkan. Parahnya kondisi ini sudah sejak lama terjadi, padahal untuk pos anggaran infrastruktur di Tanggamus mencapai Rp59 miliar.

“Wilayah Kecamatan Cukuhbalak, adalah zona yang terisolir. Kenapa saya katakan demikian? Ya karena kondisi ruas jalan milik Pemprov Lampung yang ada kecamatan kami, kondisinya sangat memprihatinkan. Lantas sampai kapan warga Cukuhbalak bisa turut merasakan nikmatnya jalan provinsi yang mulus? Jadi mumpung di sini ada para wakil rakyat dari Tanggamus, mohon keluhan-keluhan kami ini didengarkan dan direspon,” ungkap Camat Cukuhbalak Rusdi, saat dialog dengan lima Anggota DPRD Provinsi Lampung, dalam kegiatan reses yang dipusatkan di Aula Islamic Center Kotaagung, Rabu (15/4/2015).

Ke lima anggota DPRD Lampung yang menggelar reses di antaranya, Haidir Ibrohim ( PKB), Joko Santoso (PAN), Amrullah El Hakim (NasDem), Yanwar Irawan (PDI Perjuangan), dan Akmal (Demokrat).

Sementara Bupati Tanggamus Hi. Bambang Kurniawan, S.E. yang seyogyanya hadir, terpaksa diwakili Stah Ahli Bidang Hukum, Hamdan.

Aspirasi dari camat Cukuhbalak perihal buruknya kondisi jalan dan jembatan yang menjadi wewenang Pemprov Lampung, langsung ditanggapi oleh Haidir Ibrohim selaku koordinator. Politisi dari PKB itu menjelaskan, bahwa tahun ini sudah dianggarkan dana sebesar Rp59 miliar, khusus untuk perbaikan jalan dan jembatan di Tanggamus.

“Sekali lagi kami tegaskan, ini bukanlah diskusi, tanya-jawab, atau semacamnya. Acara kita ini lebih pada wadah untuk mendengarkan aspirasi/usulan dari warga. Supaya arah pembangunan di Lampung, khususnya Tanggamus bisa semakin jelas. Saya selaku koordinator dan juga duduk di Komisi IV yang membidangi infrastruktur, akan mencoba langsung menanggapi usulan dari Pak Camat Cukuhbalak. Dari pos anggaran dalam APBD provinsi senilai Rp59 miliar untuk Tanggamus, itu terbagi untuk jalan dan jembatan, bukan hanya jalan,” tegas Haidir.

Rinciannya, ruas jalan dari Talangpadang ke Ulubelu sebesar Rp3 miliar, ruas Sukamara – Simpangkuripan sebesar Rp7,5 miliar, ruas Simpangkuripan – Putihdoh Rp10 miliar, Napal – Putihdoh Rp10 miliar, Simpangkuripan – Kotaagung Rp9,5 miliar, lalu dari wilayah Ulusemuong sampai perbatasan Lampung Barat Rp3,5 miliar.

“Kemudian pembangunan Jembatan Waybalak Rp500 juta, Jembatan Waytuba Rp6,5 miliar, Jembatan di Tiyuhmomon Rp7 miliar, jembatan Sukamerindu Rp800 juta, dan jembatan Waykiluan Lunik Rp350 juta, dan masih ada beberapa item lagi. Nah jika ada usulan, baik itu dari warga atau kecamatan terkait harapan pembangunan infrastruktur dari provinsi, tidak ada salahnya selain proposal dikirim ke pemkab dan pemprov, DPRD provinsi juga ditembusi. Jadi kami juga turut mengawal dan mengawasi sampai di mana perkembangannya,” pinta Haidir. (Imron/JJ)