Harianpilar.com, Bandarlampung – Pihak Puskesmas Rawat Inap Satelit, Pahoman, Bandarlampung, dituding enggan melayani korban kecelakaan lalu lintas, dengan alasan petugas ambulan tidak berada di tempat.
Korban kecelakaan lalu lintas Erwan, di Fly Over Gajah Mada, Pahoman, Selasa (7/4/2015) sore, sekitar 200 meter dari Puskesmas Satelit mengalami patah kaki. Seorang Polisi Lalulintas dari Polresta Bandarlampung mencoba menolong korban kecelakaan yang diduga mengalami patah kaki.
Polisi itu kemudian pergi ke Puskesmas Rawat Inap Satelit, Pahoman untuk meminta agar petugas membawa korban kecelakaan itu dengan ambulance yang terparkir di halaman Puskesmas.
Namun petugas itu kembali dengan tangan kosong karena Puskesmas tidak mau menolong.
“Kata mereka, gak ada sopirnya,” ungkap polisi tersebut.
Ketika awak media meluruk ke puskesmas tersebut untuk konfirmasi kepada pihak puskesmas, petugas setempat mengaku memang tidak ada sopir khusus yang bisa mengoperasikan ambulans dengan nomor polisi BE 2302 BZ itu.
“Khusus sopir ambulans tidak ada. Pegawai di sini ada empat orang yang bisa membawa ambulans itu, namun sedang ada tugas,” kata Mutiara Raisa, petugas puskesmas.
Sementara itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandar menyayangkan sikap Puskesmas Satelit yang enggan menolong Erwan, korban kecelakaan, dengan dalih tak ada sopir ambulans. Mestinya, puskesmas rawat inap itu harus selalu siaga dalam 24 jam.
“Ya harusnya ambulans siap 24 jam. Tidak bisa jika alasannya tidak ada yang menyetir (mobil ambulans). Harusnya selalu siaga, terlebih itu puskesmas rawat inap,” kata Kepala Dinkes Bandar Lampung Amran saat dihubungi wartawan melalui telepon di Puskesmas Satelit, Pahoman, Selasa (7/4/2015).
Dalam sambungan telepon itu, Amran sempat berbicara kepada salah satu petugas Puskesmas Satelit. Namun, sang petugas tampak gugup. “Kepala Puskesmas sedang tidak berada di tempat, Pak. Ini lagi kami telepon,” ujar sang petugas dengan suara terbata-bata.
Usai berbicara dengan Amran, petugas itu berdiskusi dengan rekannya. Mereka akhirnya memutuskan untuk mendampingi Erwan. Namun, saat mereka hendak mendatangi korban, ternyata yang bersangkutan sudah tak berada di tempat. Sebab, pihak keluarga telah membawa warga Telukbetung itu.
Mengetahui hal tersebut, petugas puskesmas kembali berdalih bahwa pihaknya bukan tak mau menolong Erwan. Sebab, saat itu, tidak ada sopir ambulans. “Kami tidak ada yang bisa bawa mobil, ya bagaimana?,” kata dia.
Di sisi lain, anggota DPRD Kota Bandarlampung, Imam Santoso, menyatakan pihaknya akan segera memanggil pihak puskesmas tersebut untuk mengklarifikasi persoalan tersebut.
Sebelumnya, Seorang pengendara sepeda motor tergeletak di trotoar depan Stadion Pahoman, Bandar Lampung, tepatnya di dekat flyover Gajah Mada. Diduga akibat kecelakaan tunggal saat melewati tanjakan flyover Gajah Mada dari arah Stadion Pahoman.
Erwan, korban, tergeletak di trotoar. Kaki kanannya terlihat bengkok. Dalam kondisi yang demikian, Puskesmas Satelit yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian enggan menolong Erwan. (Lia/JJ).









