Harianpilar.com, Bandarlampung – Pemkot Bandarlampung memastikan akan menutup arus lalu lintas di Jalan KI Maja, Jumat (10/4/2015). Upaya ini gunakan memperlancar proses pembangunan Fly Over. Sedangkan untuk Jalan Ratu Dibalau akan ditutup pada bulan Juli mendatang.
“Rencana kita Jumat kita lakukan penutupan. Tapi pengukuran besok, penutupan jalan mulai dari Ki Maja , dilakukan penutupan total. Nanti kalau di bulan Juli baru kita tutup Jalan Ratu Dibalau,” terang Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bandarlampung, Azwar saat dihubungi via telepon, Selasa (7/4/2015).
Diungkapkannya, besok tim pembangunan Fly Over tersebut akan melakukan sosialisasi tentang penutupan jalan tersebut, dan juga akan melakukan pra konstruksi pembangunan Fly Over.
“Pada tahap ini kita nanti akan sosiaisasi melalui kecamatan , pemberitahuan kepada masyarakat, mulai besok juga kita akan melakukan pra konstruksi dan pengukuran,” paparnya.
Dijelaskannya, selama jalan Ki Maja ditutup arus lalu lintas akan dialihkan ke beberapa jalan alternatif, diantaranya Jalan Damai, dan Jalan Pulau Damar.
“Lintas nya sudah kita buat, kalau yang mobil besar lewat Pulau Damar, Kalau untuk mobil kecil bisa lewat gang damai nantinya kan akan tembus ke jalan Sultan Agung,” terangnya.
Kendati Demikian, pihaknya tidak dapat memastikan arus lalu lintas didaerah itu, akan bebas dari kemacetan, namun pihaknya akan berusaha mencari alternatif terbaik.
“Kalau masalah kemacetan, mungkin ada, tapi kita akan melakukan aternatif terbaikk agar kemacetan tidak terlalu parah,” ujarnya seraya menjelaskan jika penutupan tersebut dilakukan selama 8 bulan pengerjaan flyover.
“Penutupan itu kita rencanakan 8 bulan tapi bertahap kan nggak semua nya langsung ditutup,” imbuhnya.
Sementara Kabid Ketertiban Umum (Tibum) Banpol PP Herman Karim menjelaskan jika pada saat pengerjaan flyover tersebut, akan ada petugas pol pp yang khusus diperbantukan untuk menjaga lalu lintas.
“Ya nanti ada anggota Satpol khusus yang diperbantukan untuk mengatur lalu lintas di daerah itu selama pengerjaan,” ujarnya, saat dikonfirmasi via telepon.
Akan ada 11 orang personil Banpoll PP yang berjaga disana, namun hanya berjaga pada malam hari saja, sedangkan untuk dimalam hari berjaga pada situasi tertentu.
“Rencana Perhari 11orang, jaga nya siang aja kalau lihat malam tergantung situasi lapangan,” tandasnya. (Buchari/JJ).









