oleh

Dinas Pendapatan Daerah Targetkan 2 Triliun

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Lampung tahun 2015 ini memasang target pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari keseluruhan pajak sebesar Rp 2 Trilyun.

Target ini sejatinya bukan mustahil, asalkan Dispenda mampu menekan kebocoran yang banyak terjadi pada saluran keuangan PAD.

“Dengan target PAD sebesar itu ini juga menuntut kinerja yang maksimal dari dinas pendapatan daerah, kami akan ekstra keras untuk mencapai target Rp 2 Triliun itu, bagaimana cara dan sterategi penyelesaiannya menjadi pekerjaan rumah, pokoknya harus berusaha semaksimal mungkin,” ujar Skretaris Dispenda Provinsi Lampung, Rozali, pada Harian Pilar, Senin (30/3/2015).

Menurut Rozali, pihaknya akan menyesuaikan dengan aturan yang ada dan pastinya akan meaksimalkan pelayanan Samsat. “Peningkatan pelayanan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan pajak apalagi kita sudah memberikan pelayanan pembayaran pajak melalui sistem online, yang diharapkan tidak menyulitkan masyarakat,” jelasnya

Setelah konsep dan strategi sudah siap, maka tahap selanjut adalah memperkuat pertahanan data sehingga tidak bocor dan meminimalisir.“ Jadi seni-seninya itu dapat meningkatkan pendapatan bukan hanya dengan model-model yang normatif tapi harus ada cara baru yang kreatif,” paparnya.

Target Rp 2trilyun itu sangat besar dan ini memerlukan kefokusan yang utuh, dan dihimbau pada masyarakat agar tepat waktu bayar pajak, karena ketepan waktu itu berpengaruh dengan pencapaian nanti. “Pembayaran pajakan setahu sekali, ya target tahun 2015 ditentukan dengan pembayaran pajak setahun sekali itu,” paparnya

Dikatakanya, target pada tahun 2015 ini memang tidak jauh beda dengan tahun lalu 2014, diharapkannya dengan perbedaan target yang hanya naik beberapa persen ini diharapkan tidak menjadi kendala.

“Kendala pasti ada, target besar saja sudah menjadi kendala, bisa dilihat dari potensi masyarakat yang membayar meski sudah menjadi kewajiban, kan bisa saja,” jelasnya.

Terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, Rozali mengakui hal itu sangat mempengaruhi meski tidak signifikan.(Fitri/Juanda)