oleh

PDIP ‘Istimewakan’ Hartarto Lojaya

Harianpilar.com, Bandarlampung – Partai Demokrasi Indonesia(PDI) Perjuangan memberikan keistimewaan kepada Bakal Calon Walikota (Cawalkot) Bandarlampung Hartarto Lojaya. Hartarto menjalani fit and propertest lebih dulu dari Cawalkot lainnya.

Pemilik Mall Kartini itu ‘diperbolehkan’ mengikuti fit and propertest pada hari Rabu (25/3/2015). Padahal, jadwal tersebut merupakan jadwal fit and propertest untuk Bakal Calon (Balon) Kepala Daerah Lampung Tengah bukan untuk Cawalkot Bandarlampung yang baru akan dilakukan pada 30 Maret mendatang.

Sekretaris DPD PDIP Perjuangan Lampung, Mingrum Gumay, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Hartarto menghadiri fit and proper test bersamaan dengan Jadwal Lamteng. “Tadi ada Hartarto,” ungkap Mingrum, Rabu (25/3/2015).

Hal yang serupa dikatakan oleh Watoni Noerdin. Ia mengatakan jika sehari sebelumnya memang Hartarto sudah meminta izin kepada Mingrum. “Syaratnya harus datang, dia mau pergi ke Australia dalam rangka pekerjaan sehingga karena itu sudah terjadwal, dia minta izin dari pak sekretaris, silahkan saudara harus datang untuk mengikuti FPT,” terang Watoni.

Hartarto, dikatakan Watoni berada di dalam ruangan hampir satu jam. ” Lebih dari 40 menitan,” katanya.

Watoni juga menyatakan materi ujian khusus untuk balon kada kota lebih kepada simbul dari perbaikan kota. “Bagaimana sisi kemacetan, keamanan.Peningkatan PAD,” jelasnya.

Hal serupa pun diungkapkan oleh Buyung, salah satu tim penguji. “Dia sudah mengajukan izin tertulis karena pada tanggal 29 nanti dia akan berangkat ke Australia. Sementara tes untuk calon kota Bandarlampung 30 Maret. Dia mengajukan surat permohonan kalau bisa dia didahulukan,” papar Buyung.

Saat disinggung mengenai adanya perlakuan khusus kepada Hartarto, Buyung serta merta menepisnya. “Tidak ada, semuanya sama,” tepisnya seraya menunjukkan surat permohonan izin yang diajukan Hartarto.

Ia menegaskan pihaknya hanya memberikan hak yang sama seperti yang diberikan kepada Hartarto dan Yusran Amrullah jika yang bersangkutan memang mempunyai kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. “Kita akan mempertimbangkan alasan – alasannya,” pungkasnya. (Lia/Juanda)