Harianpilar.com, Lampung Utara – Desa Gunung Keramat, Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Minggu (22/3/2015) sekitar pukul 17.30 wib, diterjang angin putting beliung.
Sedikitnya, ada 11 rumah warga berantarakan dihantam angin rebut itu. Bahkan dua rumah ambruk rata tanah.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun demikian, kerugian yang ditimbulkan akibat musibah itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Camat Abung Semuli, Juwono mengatakan, angin datang bersama dengan hujan yang intensitasnya sedang dan peristiwa tersebut berlangsung cukup cepat,”Angin puting beliung itu datang dan menerjang kediaman warga dengan begitu cepat,” ujar Juwono, saat dihubungi via telepon, Senin (23/3/2015).
Dijelaskannya, selain 2 rumah yang ambruk, pihaknya mendata bererapa rumah yang mengalami kerusakan sedang, dan yang mengalami kerusakan ringan. Hal itu dilakukan pihaknya beberapa saat setelah kejadian.
Dimana waktu itu ia mendapatkan laporan langsung dari pamong Desa adanya musibah yang menimpa warganya itu. Karenanya ia segera kelokasi untuk melihat, melaporkan ke Pemda, dan membantu warga yang terkena musibah angin ribut tersebut.
Disampaikan Juwono, untuk rumah yang rata dengan tanah, adalah rumah milik Sarbini Warga Dusun 03/Rt 01, Gunung Keramat. Kemudian rumah milik Herwan Warga Dusun 02/Rt02, Gunung Keramat.
“Sedangkan untuk atap rumah yang rusak parah akibat tertimpa pohon yakni rumah milik Feriyadi Dusun 01/Rt 01, Gunung Keramat dan rumah milik Ibu Majas Dusun 02/Rt 02,” urainya.
Dihubungi terpisah, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ansori Yazid mengatakan pihaknya telah berada di lokasi bencana angin puting beliuang sejak Minggu (22/3/2015) malam.
”Kami mendapatkan informasi atau laporan dari pihak Kecamatan dan atas laporan itu kami langsung menuju lokasi musibah. Disana kami membantu mengevakuasi warga yang rumahnya rata dengan tanah dan membantu warga lainnya yang terkena musibah tersebut,”katanya.
Pihaknya juga kata Ansyori telah menyalurkan bantuan sementara berupa makanan siap saji.
”Yang pastinya, saat ini tim BPBD masih berada dilokasi bencana untuk membantu masyarakat dan mengumpulkan data-data korban yang selanjutnya untuk bahan laporan, yang akan dijadikan acuan bantuan Pemerintah,” terangnya.
Sementara Herwan (40) salah satu korban menerangkan jika angin datang begitu cepat bersamaan hujan turun.
”Saat kejadian angin puting beliung, rumah dalam keadaan kosong karena kami sedang bekerja. Saya pulang kerja, melihat rumah sudah rata dengan tanah,”ujarnya sedih. (Iswan/Hery/Juanda)









