oleh

April, Fly Over Ki Maja Digarap

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pembangunan Fly Over Ki Maja- Ratu Dibalau, yang dipastikan akan dikerjakan mulai bulan April mendatang, kini masih pada proses pembebasan lahan. Saat ini sosialisasi kepada warga sudah mulai digalakkan, bahkan pada Jumat mendatang Pemkot bersama warga akan mengadakan pertemuan ulang.

”Lurah dan camat sudah diminta untuk ikut turun menemui warga terdampak tersebut, dan ada permintaan warga yang meminta penjelasan dan pertemuan ulang. Nanti, akan kami agendakan lagi, mungkin Jumat kita dengan tim konsultan yang akan membantu menjelaskan,” ujar Asisten I Pemkot Bandarlampung Dedi Amrullah saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/3/2015).

Ditegaskannya, bahwa Pemkot tetap berada di angka Rp2 juta/meter terkait besaran ganti rugi pembebasan lahan.

”Ini sudah nilai kewajaran di Bandarlampung dan nilainya di atas Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di wilayah tersebut. Jika ada warga yang tidak mau, ya kita titipkan di pengadilan. Jadi, silakan jika masih kurang puas bisa digugat dan kami akan ikut apa kata pengadilan,” tegasnya.

Menurutnya , seharusnya warga di sekitar dapat membantu pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, sebab merupakan kepentingan orang banyak, terlebih hanya 206,48 meter lahan warga yang akan terkena pembebasan.

”Masa iya untuk kepentingan umum tidak mau ngasih. Kan, hanya 206,48 meter yang akan kami bebaskan lahannya,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandarlampung A Rifai memastikan akan  mengerahkan puluhan personil guna melakukan pengamanan arus lalu lintas dalam perbaikan Fly Over  Ki Maja-Ratu Dibalau.

“Kami akan turunkan personil dalam penjagaan pembangunan Fly Over, hal ini dalam pengamanan arus lalu lintasnya,” ujar Rifai saat ditemui di lingkungan Pemkot, Senin (23/3/2015).

Menurutnya, dalam pengamanan tersebut pun, akan bekerjasama dengan Badan  Satuan Polisi Pamong praja (BANPOL PP) Bandar Lampung.

“Nanti kita kerjasama dengan bantuan Banpol PP untuk pengamanan lalu lintasnya,” ungkapnya. (Buchari/JJ).