oleh

‘Perkarakan’ Dinas Pertanian Pesawaran

Harianpilar.com, Pesawaran – Berbagai persoalan yang melilit Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Pesawaran bakal masuk ke ranah hukum, termasuk dugaan praktik bagi-bagi proyek tahun 2015. Pasalnya, DPRD Pesawaran bakal ‘memperkarakan’ masalah Distanak ke penegak hukum.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pesawaran, Sucipto, berjanji secepatnya membongkar dan mengurai dugaan bagi-bagi proyek tahun 2015 dan dugaan penyimpangan proyek benih tahun 2013 serta proyek pengadaan handtractor tahun 2014.

“Hasil penelusuran kamidilapangan menguatkan adanya masalah-masalah itu. Dan itu menjadi dasar kita untuk memanggil Kepala Distanak serta KUPT,” ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, Senin (16/3/2015).

Sucipto mengungkapkan, semua masalah Distanak itu harus dipertanggung jawabkan.Sebab, proyek-proyek tersebut menggunakan uang rakyat.

“Pasti kita akan tindak lanjuti. Dan apabila mengarah kepada tindak pidana korupsi, pasti kami rekomendasikan dan laporkan kepada pihak penegak hukum,” pungkasnya.

Sementara, Kadistanak Pesawaran, M Syafri, belum juga dapat dikonfirmasi. Berulangkali wartawan koran ini menyambangi kantor Distanak, yang bersangkutan tidak pernah dikantor.

Diberitakan sebelumnya,berbagai persoalan di tubuh Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Pesawaran terus terkuak. Setelah mencuat proyek benih padi yang diduga fiktif dan proyek handtractor yang tidak dibagian ke petani. Kini muncul dugaan praktik penjualan paket proyek tahun 2015.

Bahkan, informasi yang diperoleh dari internal Distanak Pesawaran menyebutkan dugaan bagi-bagi paket proyek tahun 2015 itu dilakukan oleh Kepala Kepada Ditanak Pesawaran, Syafri, langsung melalui salah satu oknum pegawai Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) setempat berinisial K.

“Paket proyek tahun 2015 pengelolaannya tidak melalui pegawai Distanak. Kadis (Syafri,red) bersama salah satu pegawai BP4K inisial (K) yang membagi-baginya. Rekanan memberikan uang tali asih (setoran) terkait proyek Distanak kepada oknum BP4K tersebut,” ujar salah satu pegawai Distanak yang enggan namanya ditulis, baru-baru ini.

Menurutnya, seharusnya pengelolaan kegiatan melalui bidangnya masing-masing. “Hubungan dengan kasi BP4K itu apa?. Kami tidak tahu menahu kegiatan tahun ini, pembagian proyek dikendalikan langsung oleh kadis. Dan informasinya kadis lebih mempercayakan pada pegawai BP4K itu,” cetusnya, sembari kembali mewanti-wanti namanya tidak disebutkan.

Bahkan, lanjutnya, kepimpinan M. Syafri sebagai Kadistanak Pesawaran banyak dikeluhkan sejumlah pegawai Dinas Pertanian setempat. Pasalnya selain minimnya pembinaan terhadap bawahan, juga koordinasi antar jajaran Distanak sangat sulit.”Meskipun sejumlah kegiatan Distanak untuk tahun anggaran 2015 tertumpu pada bidang SDM, tapi Kabidnya tidak dapat berbuat banyak,” cetusnya.

Terbongkarnya indikasi praktik ‘obral’ paket proyek ini semakin menambah daftar panjang persoalan yang melilit Distanak Pesawaran. Sebalumnya, juga terungkap dugaan pemotongan Dana Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tahun 2014 hingga program pengadaan bibit padi bersubsidi tahun 2013 yang diduga fiktif. Serta muncul dugaan penyimpangan dalam kegiatan pengadaan handtractor tahun 2014.

Berdasarkan informasi yang di Himpun Harian Pilar, handtractor yang diadaakan pada tahun 2014 itu ternyata hingga kini tidak disalurkan ke masyarakat. Sebaliknya lima Handtractor itu justru disimpan dirumah salah satu oknum di Dinas tersebut.

Saat dikonfirmasi oknum Distanak tersebut mengakui jika masih terdapat lima hanctractor disimpan dirumahnya,”Ya pak, 5 buah hendtractor masih ada dan belum direalisasikan. Katanya belum ada kelompoknya. Saya gak tau apa-apa, saya hanya dititipin aja kok pak,” ujar salah staf Distanak itu.

Masalah ini semakin menguatkan jika pelaksanaan kegiatan-kegiatan milik Distanak Pesawaran bermulur masalah. (Fahmi/Juanda)