Harianpilar.com, Bandarlampung – Dinas Perindustrian Provinsi Lampung meminta instansi terkait di semua daerah khususnya kabupaten/kota Provinsi Lampung bisa menitikberatkan pengembangan industri kecil dan menengah (UKM). Dengan cara ini diharapkan pembangunan industri dapat menjadi salah satu sektor penggerak ekonomi.
Kepala Dinas Perindustrian Lampung Tonny Ol Tobing mengatakan, pihaknya bersama Ditjen IKM Kementerian Perindustrian melakukan koordinasi penyusunan program revitalisasi dan penumbuhan Industri Kecil Menengah (IKM) tahun anggaran 2016.
“Dengan mengapresiasi kegiatan ini karena sebagai upaya meningkatkan koordinasi dan sinergitas antara pemerintah kabupaten/kota, provinsi, dan pusat,” katanya pada rapat koordinasi, di ruang Abung Bali keratun, Senin (16/3/2015).
Sinergitas ini, untuk menata dan mengembangkan industri di Kementerian Perindustrian. Sehingga, daerah dapat mengakses, mengembangkan, dan menyelaraskan sesuai kebutuhan dan kondisinya.
Data Kementerian Perindustrian, akhir tahun 2013, IKM telah memberikan kontribusi terhadap PDB sektor industri sebesar 34,27 persen, serta kontribusi ekspor IKM terhadap ekspor industri nasional sebesar 16,46 persen.
Pada tahun 2014, estimasi populasi IKM 64 persen, masih terkonsentrasi di pulau Jawa, dan prioritas pembangunan IKM di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Pada tahun 2015-2019 dilakukan pendekatan penumbuhan wirausaha baru serta peningkatan kemampuan kelembagaan sentra IKM.
Diharapkan ke depan terhadap nilai tambah sektor industri dapat terus ditingkatkan. Dan juga bisa terbangunnya industri yang tangguh dan berdaya saing menuju kemandirian.
Kedepan di provinsi Lampung bisa terbangunnya industri yang tangguh dan berdaya saing, dengan tujuan tersebut akan dicapai dengan penguatan industri nasional, membuka kesempatan berusaha dan perluasan kesempatan kerja, dan pemerataan pembangunan industri ke seluruh wilayah. (Fitri/JJ).









