oleh

Kondisi 26 Santri Keracunan Mulai Pulih

Harianpilar.com, Tanggamus – Dinas Kesehatan Tanggamus hingga kini masih belum bisa mengungkap penyebab terjadinya keracunan terhadap 26 santri Ponpes di Gisitng. Meski demikian, kondisi ke 26 santri berangsur mulai pulih kembali.

Kepala Diskes Tanggamus Sukisno, melalui Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Sismantoro menegaskan, kini diskes masih menunggu hasil analisa labolatorium. Pemeriksaan difokuskan pada sampel makanan mie instan, koktile (es buah), dan air minum yang dikonsumsi para santri.

Dugaannya mengarah pada waktu mengkonsumsinya. Sebab para santri membeli makanan itu pagi, dikonsumsi malam karena berpuasa. Sedangkan pembeli lain ketika membeli langsung memakan, sehingga masih dalam keadaan segar.

“Mungkin pada cuka untuk pempeknya dan saos pada otak-otaknya yang tidak tahan lama. Jadi keduanya basi tapi tetap dikonsumsi. Dari kondisi basi itulah yang mungkin menyebabkan keracunan. Jika mengandung bahan berbahaya, sepertinya tidak. Dibuktikan dengan kondisi pembeli lain yang tidak apa-apa,” ujar Sismantoro.

Pada saat keracunan lalu dari 16 santri, semuanya mengalami pusing, mual, muntah, dan diare lebih dari lima kali. Dari 16 santri, lima santri dirawat inap di Puskesmas Gisting. Dua hari berselang, lima santri lainnya juga dirawat inap karena kondisinya kian drop. Beruntung kemarin, semuanya sudah pulih.

“Kita tunggu saja ya. Hasil pemeriksaan labolatorium belum keluar. Jadi sekarang (kemarin, Red), kami belum bisa pastikan penyebab keracunannya apa. Kami hanya bisa mengambil sampel ketiga jenis makanan itu, sedangkan yang lainnya sudah tidak ada. Meskipun saat kejadian, banyak makanan yang dikonsumsi para santri, antara lain tekwan, nasi, makanan kecil, empek-empek, dan otak-otak. Khusus 16 santri mengkonsumsi makanan jenis pempek dan otak-otak. Dugaannya, kedua makanan itu penyebab keracunan,” beber Sismantoro.

Perlu diketahui, seluruh santri jumlahnya ada 67 orang. Semuanya mengkonsumsi makanan yang sama saat berbuka puasa. Namun 16 santri mengkonsumsi pempek dan otak-otak, merekalah yang keracunan. Setelah itu, diskes mengecek pada penjual pempek dan otak-otak, namun dibantah penjualnya. Sebab pada saat itu selain para santri, ada juga pembeli lain yang membeli pempek dan otak-otak, tapi tidak keracunan. (Imron/JJ).