Harianpilar.com, Mesuji – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji akhirnya mengambil langkah dan kebijakan terhadap tingginya harga beras yang selama ini terjadi. Bahkan, untuk mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga beras di Mesuji akan segera melakukan operasi pasar (OP).
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Mesuji Drs Syahril mengatakan oprasi pasar ini rencananya akan bekerja sama dengan Kantor Seksi Logistik Bulog Manggala. Tujuan oprasi ini taklain untuk membantu serta mempermudah dan meringankan beban masyarakat untuk mendapatkan beras dengan harga Rp 7.500 ,- per kg di atas bak truk .
“Pemda Mesuji telah mengirim surat kepada Camat se-Kabupaten Mesuji Nomor : 520/617/IV.10/MSJ/2015 dengan maksud untuk Pelaksanaan Operasi Pasar. Bagi camat yang menganggap bahwa Operasi Pasar perlu di laksanakan dalam rangka mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga beras di wilayahnya agar dapat berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mesuji,”jelas Syahril, Rabu (11/3/2015).
Dikatakan Syahril, oprasi ini rencananya akan dilakukan di Kecamatan Simpang Pematang bahkan dikecamatan ini juga sudah dilakukan dua kali dilaksanakan Operasi Pasar yaitu pada hari Rabu tgl 4 Maret 2015 di Pasar Simpang Pematang dan hari selasa tgl 10 Maret 2015 di psr Desa Wirabangun dengan jumlah masing masing 8 ton terjual habis,”tukasnya.
Sebelumnya Sekertaris Daerah (Sekda) Mesuji Agus Salim, telah memerintahkan agar Bulog dan Dinas terkait melakukan Oprasi pasar. Tujuannya taklain agar membantu meringankan masyarakat terkait lonjakan harga beras yang mencapai Rp9000 sampai Rp12000/kg.
Sekertaris Daerah (Sekda) Mesuji Agus Salim, mengatakan, lonjakan harga beras tentunya harus segera diatasi supaya masyarakat tidak kesulitan untuk membeli beras ditingkat pasar. Untuk itu, kita perintahkan baik dinas terkait maupun bulog segera melakukan oprasi pasar agar lonjakan harga beras yang makin tinggi dapat kembali normal. (Sandri/JJ). serif”;mso-fareast-font-family: “Times New Roman”;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language:EN-US; mso-bidi-language:AR-SA’>”Jadi ini bukan sekedar target semata, namun sudah kewajiban. Dan juga bukan mengarah pada masyarakat banyak untuk menggunakan hak pilihnya, tetapi lebih mengarah kepada program untuk menyalurkan pengetahuan kepada masyarakat bahwa partisipasi pemilih menentukan nasib bangsa kedepan,”pungkasnya. (Romzi/JJ).









