oleh

Harga Jual Gabah di Mesuji Rendah

Harianpilar.com, Mesuji – Tingginya harga beras di Kabupaten Mesuji dan rendahnya harga jual gabah kering nampaknya membuat Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Holtikultural (DPTH) Mesuji angkat bicara. Bahkan, DPTH Mesuji telah melakukan berbagai upaya agar harga gabah kering (HGK) dan Harga Gabah Basah (HGB) dapat meningkat.

Kepala DPTH Mesuji Anca Martha Utama mengatakan, rendahnya harga gabah kering dan gabah basah memang langsung dijual oleh petani ke pihak ke tiga. Akibatnya, harga beras lebih tinggi dibanding dengan jual gabah basah dan kering.  Tetapi, petani padi bila menjual gabah yang sudah digiling menjadi beras maka harganyapun akan setara dengan yang dijaul di pasar.

“Memang, bila dihitung dari biaya yang diproleh tidak sebanding terlebih ongkos tanam yang sudah banyak dikeluarkan. Namun, yang jelas Pemkab Mesuji telah berupaya keras meningkatkan produksinya hingga didalam satu hektarnya memproleh 6 ton serta paling rendahnya 4,6 ton perhektar. Tetapi, permasalahnya yakni harga jual gabah basah dan kering yang sangat rendah,”paparnya.

Takhanya itu, lanjut Anca, selain menghasilkan 6 ton perhektar DPTH Mesuji juga telah menciftakan beberapa tempat yang sipatnya khusus yakni penerapan pola olah tanah yang bagus sehingga hasilnya mampu mencapai 8 ton perhektar dan ini ada di Kecamatan Rawajitu Utara.

“Berbagai upaya didalam meningkatkan hasil produksi beras di Kabupaten Mesuji telah dilakukan berbagai upaya salah satunya yakni meningkatkan hasil produksi beras di Kabupaten Mesuji,”tegasnya.

Dipaparkan Anca, dari hasil produksi yang telah dilakukan tentunya juga dilihat dari puncak panen raya yang baru dilakukan diBulan Maret dan April 2015. Untuk target panen raya dikabupaten Mesuji telah ditargetkan sebanyak 199. 000 ribu ton gabah kering giling se-Kabupaten Mesuji ditahun 2015 – 2016.

“Estimasi ini tentunya dilihat dari luas lahan tanam 27.000 hektar padi yang tersebar di Tujuh Kecamatan. Namun, dari 27 000 hektar ini ada sekitar 30 hektar yang diserang hama, penyerangannya juga tidak patal hanya beberapa blok saja. Dan ini tidak dapat dikatakan gagal panen tetapi ini pariatif hanya penurunan produksi. Penanganan ini telah dilakukan, hasilnya juga sagat memuaskan sehingga hama ureng hanya menyerang seluas 30 hektar saja,”jelas Anca. (Sandri/JJ).