oleh

DPRD Dukungan Pembangunan SMA di Pulau Legundi

Harianpilar.com, Bandarlampung – Wacana Gubernur Lampung M Ridho Ficardo untuk membangun gedung SMA/SMK di Pulau Legundi yang merupakan daerah terpencil mendapat dukungan penuh dari DPRD Provinsi Lampung.

” Kami sangat setuju dengan rencana Pak Gub, dengan adanya SMA/SMK di semua daerah terpencil itu untuk mendekatkan siswa untuk meneruskan pendidikan lebih tinggi,” kata Anggota Komisi V DPRD provinsi Lampung Yandri Nasier, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/3/2015).

Politisi partai Demokrat ini menjelaskan, Pulau Legundi sampai kini belum memiliki gedung sekolah tingkat SMA.

“Kita dorong niat baik Pemprov membangun pendidikan di pulau itu, karena itu DPRD Provinsi Lampung akan menginventarisasi dengan Disdik soal anggaran maupun tenaga gurunya,” ujarnya.

Komisi V khususnya yang membidangi pendidikan, akan membahas agar anggarannya dimasukkan pada  APBD-P tahun 2015 ini.” Anggaran untuk pendidikan sudah dibahas dan terencana, dengan harapan agar di APBDP sudah bisa berjalan, diharapkan dengan rencana ini Disdik  langsung bisa tanggap dengan rencana ini,” paparnya.

Yandri juga mengatakan, selain itu juga untuk guru agar Disdik juga bisa mendata dengan baik untuk guru, Disdik harus mengetahui daerah mana yang masih kurangan guru, dan daerah mana yang kelebihan guru, jadi diharapkan agar guru-guru bisa tersebar di semua daerah sesuai dengan mata pelajaran yang ada di semua sekolahan jangan sampai hanya satu tempat yang memiliki guru-guru yang berlebihan sedangkan untuk daerah terpencil masih minim guru.

“Kami terus berkordinasi dengan Disdik baik terkait, kurikulum, pengajar sampai pembangunan sekolah, yang menjadi prioritas saat ini penyebaran guru harus merata, jangan sampai nantinya sekolah sudah cukup tapi untuk tenaga pengajarnya tidak ada,” jelasnya.

Sebelumnya gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengatakan, dalam kunjungannya ke Pulau Legundi Kabupaten Pesawaran untuk melihat langsung aktifitas masyarakat di sana. “Kami kemari ini bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani masyarakat pulau. 5-10 menit saya menginjakkan kaki di pulau ini, saya sudah tau apa yang harus kita lakukan. Tahun ini akan kita bangun lokal kelas untuk siswa SMA pulau,” jelasnya.  (Fitri/JJ).