Harianpilar.com, Bandarlampung – Ketua DPD PDIP Lampung Sjachroedin, berharap ke depan di dalam tubuh partai tidak ada lagi grup, sebab perjuangan masih panjang. Terlebih, DPP telah memberikan waktu satu minggu untuk menyusun program agar kedepannya tidak ada lagi partai pemerintah yang menghambat pembangunan.
“Masing-masing dari DPRD itu peran kita yang mewakili kabupaten/kota/provinsi. Jangan sampai ada kisaran dari pemerintah kita diam saja,” ujar Sajachroedin ZP, usai pelantikan ketua DPC se-Provinsi Lampung, Senin (2/3/2015) di Hotel Sahid Bandarlampung.
Oedin mengatakan, pihaknya tidak bisa menarget – nargetkan jumlah suara yang akan didapat hal ini dikarenakan situasi politik selalu berubah, yang harus dilakukan pertama adalah dari tingkat PAC maupun DPC harus bisa lebih solid serta dapat meningkatkan kualitas dengan melakukan tes psikotes.
Dia menambahkan, dengan ditingkatkan kualitas dari tingkat PAC, DPC maka program pertama yang harus dilakukan adalah bagaimana dengan menarik simpati dari masyarakat, supaya mereka mendukung PDIP.
“Nah pola ke dalam ini harus dibenahi,” ungkapnya.
Ketua DPC PDIP Kota Bandarlampung terpilih Sjachrazad ZP berjanji akan menata konsolidasi partai, konsolidasi kader- kader, menata administrasi kepartaian, dan berusaha menjadi lebih baik dari yang sekarang ini.
“Sesuai instruksi dari DPP, DPC PDIP Kota Bandarlampung mempunyai target untuk memenangkan Pilkada. Kota Bandarlampung menjadi tolok ukur Provinsi Lampung,” katanya.
Proses pemilihan yang dilakukan secara tertutup tersebut sempat diwarnai kericuhan. Kubu Palgunadi dan Yose Rizal sempat melontarkan protes terhadap hasil pemilihan.
Menanggapi hal itu, Sjachrazad mengaku dirinya sebenarnya sudah mau mengakomodasi dua pesaingnya.
“Soal mereka mau duduk di kepengurusan atau tidak, senang atau tidak terhadap hasil pemilihan, itu sudah urusan mereka,” katanya.
Dalam kepengurusan DPC PDIP Kota Bandarlampung 2015-2020, Sjahrazad sudah memplot Wiyadi (Ketua DPRD Kota Bandarlampung) sebagai sekretaris . Bendahara dipercayakan kepada Joni Herdi,
“Tidak ada orang lain, selama mereka dengan saya, Saldo kas tidak minus sebesar Rp56 juta,” tutupnya. (Lia/JJ)









