Harianpilar.com, Tanggamus – Maraknya kejadian kejahatan asusila dan pornografi yang melibatkan siswa siswi sekolah yang akhir akhir ini terjadi, membuat pihak sekolah dan orang tua harus turun tangan dalam hal memberikan pemahaman dan membekali siswa tentang pengetahuan, pencegahan serta dampak yang diakibatkannya sedini mungkin.
Seperti yang disampaikan, Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu (SMPN1) Kotaagung Sunarmi, Ia mengatakan jika pengetahuan tentang sek tersebut sedini mungkin harus dikenalkan kepada siswa, hal ini menurutnya bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang dampak yang terjadi, jika hal tersebut dilakukan tentu akan lebih memberikan pemahaman kepada siswa agar mampu menghindari hal yang bersifat asusila, pornografi maupun yang lainnya.
“Harus dibekali dari sekarang, memang pembekalan dan pengetahuan semacam ini masih tabu, akan tetapi sudah menjadi rahasia umum banyak kejahatan asusila yang melibatkan siswa, hal ini tentunya mengharuskan kita sebagai tenaga pendidik disekolah untuk memberikan semacam pembelajaran dan pengetahuan kepada anak tentang seks, agar mereka tahu dampak yang diakibatkanya seperti apa,sehingga mereka tidak melakukannnya, Menurut saya pribadi harus dikenalkan tentang itu sedini mungkin,”kata Sunarmi, Sabtu (14/2/2015).
Masih menurut Sunarmi, Pihaknya dalam hal ini terus berusaha untuk mencegah kemungkinan adanya dampak-dampak negatif dikalangan siswa terutama dikalangan pelajar setingkat SLTP yang memang rentan terhadap hal-hal Negatif. Untuk mencegah dampak tersebut lanjutnya,pihak sekolah yang di Kepalainya, dalam hal ini intens memberikan penyuluhan,baik melaui pelajaran Agama, Budi pekerti dan semua mata pelajaran lainnya menyelipkan pendidikan tentang karakter tersebut.
“Seperti larangan siswa untuk membawa Handphone pada saat disekolah, Namun ini juga kita dihadapkan problema,dimana sebagian orangtua meminta kepada kami agar anaknya diperbolehkan membawa hp dengan alasan komunikasi, Kami memperbolehkan dengan satu catatan tidak boleh membawa hp yang ada kameranya dan tetap kita awasi dengan cara melakukan sidak, Dan salah satu bentuk pencegahan kita juga, kita terapkan WC antara siswa laki-laki dan perempuan terpisah,itu sudah kita berlakukan, harapan kita saat ini kedepan ialah agar karakter mereka bisa semakin lebih bagus. Dan kami juga mengimbau kepada orang tua mari kita bersama mengawasi nya, karena ada tiga faktor mempengaruhi karakter anak, yakni lingkungan sekolah, masyarakat, dan orang tua,” tandasnya. (Imron/JJ).









