oleh

Produksi Padi Tanggamus Surflus

Harianpilar.com, Tanggamus – Berdasarkan data Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikutura (PTPH) Tanggamus, jika di  tahun 2014 terjadi surplus produksi padi yang mencapai  61.719 ton.

Menurut Sekretaris PTPH Hasanuddin, bila pihaknya mengetahui surplus tersebut berdasarkan perhitungan antara jumlah produksi dengan hasil panen selama 2014.

“Jumlah produksi bersih sebanyak 120.101 ton dikurangi jumlah yang dikonsumsi penduduk Tanggamus setahun, hasilnya 58.382 ton sementara sisa 61.719 ton dan itu lah surplus nya,” kata Hasanuddin, Selasa (10/2/2015).

Hasil panen padi pada tahun 2014 lalu didapat dari hasil luas tanam 38.164 hektar, luasan itu berdasarkan perhitungan melalui citra satelit meski efek jumlahnya itu tidak sepenuhnya benar dan memberatkan.

Sebab hasil pencintraan satelit berbeda jauh dengan hasil pemetaan riil yang luasannya 44.967 hektar dengan skala baku lahan tanam 20.643 hektar.

“Kalau hasil citra satelit sawah yang panen atau kering tidak masuk, karena cuma merekam warna dan warna kuning dianggap bukan sawah,” terang Hasanudin.

Ia menjelaskan, meski tiap tahun ada alih fungsi lahan, namun tidak sampai begitu drastis dari 44.967 hektar ke 38.164 hektar. Kemudian pengurangan itu lebih disebabkan karena bencana alam, bukan mutlak sawah hilang. Untuk itu perhitungan skala citra satelit dalam tahun ini tidak digunakan lagi, dan kembali pada patokan baku 20.643 hektar yang produktifitasnya tinggi. Kemudian skala berdasarkan pada perbesaran peta juga ada perbedaan jika citra satelit 1:5.000 ha dan skala baku skalanya 1:50.000 ha.

“Meski ada perbedaan patokan itu, tapi tahun 2014 besaran surplusnya lebih dari 2013. Hal itu dilihat dari produktifitas perhektar, jika 2013 produktifitasnya 5,25 ton per hektar, tapi di tahun 2014 produktifitasnya 5,31 hektar. Jadi kalau patokan luas lahan pakai sistem luasan baku, surplusnya pasti lebih dari 61.719 ton,” beber dia.

Lebih lanjut Ia menerangkan, bila di Tanggamus setiap tahun selalu terjadi surplus padi, dan tiap tahunnya surplus itu meningkat. Hal itu didasari dari data 2012 terjadi surplus 69.900 ton padi dengan luas lahan tanam 46.237 hektar dan produktifitas 5,08 ton per hektar. Lalu pada 2013 surplus itu meningkat menjadi 81.583 ton dengan luas lahan tanam 44.967 hektar dan produktifitasnya 5,25 ton per hektar. Dari jumlah itu ada peningkatan surplus 11.683 ton.

“Namun pada 2014 patokan skalanya berbeda maka tidak bisa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebenarnya kerugian patokan citra satelit ini tidak saja terjadi di Tanggamus, tapi di seluruh Indonesia, karena semua data berubah total padahal patokan itu untuk menghitung bantuan yang akan disalurkan,” tandas Hasanudin. (Imron/JJ).