oleh

DKP Canangkan Program Prioritas Nelayan

Harianpilar.com, Tanggamus – Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan,  Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Tanggamus prioritaskan program peningkatan pelayanan dan mutu bagi nelayan di tahun anggaran 2015 ini.

Kepala DKP Tanggamus Ir Sofwan saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya mencanangkan program prioritas bagi nelayan tersebut berdasarkan hasil kunjungan DKP Tanggamus ke sejumlah perkampungan nelayan di Kabupaten Tanggamus, yang tak lain maksudnya sebagai bentuk mensinergikan kebutuhan para nelayan dengan program-program yang ada.

“Dari hasil kunjungan tersebut baru kami ketahui apa saja kebutuhan para nelayan itu, jadi berangkat dari sinilah kami canangkan program prioritas di tahun 2015 ini. Dimana di antaranya penerbitan kartu bahan bakar minyak (BBM) nelayan, bantuan alat tangkap ikan dan banyak lainnya,” katanya, Minggu (8/2/2015).

Dikatakannya, untuk program penerbitan kartu BBM nelayan ini dilandasi karena masih banyak laporan bahwa nelayan sering kesulitan untuk mendapatkan BBM bagi kapal motornya, meski memang di Tanggamus sendiri sudah ada Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) yang berada di dekat tempat pelelangan ikan (TPI) Kotaagung.

“SPDN Kotaagung tiap hari sudah bisa melayani nelayan yang ingin beli BBM baik itu jenis premium dan solar. Tapi memang saat ini penyerapan BBM oleh nelayan kuran maksimal di SPDN sehingga stok BBM di SPDN tidak pernah habis,” terangnya.

Kartu BBM nelayan ini jelas dia, merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah agar subsidi yang diberikan benar-benar diterima oleh para nelayan. Makanya kami minta kepada para ketua kelompok nelayan agar mendata berapa jumlah nelayan yang ada ditiap pekon untuk diketahui jumlah nelayan dan kapal beserta jenis alat tangkapnya. Yang jelas untuk memiliki kartu BBM ini tiap nelayan harus memiliki kartu anggota nelayan lebih dahulu.

“Karena stok BBM di SPDN hanya diperuntukkan bagi nelayan jadi selain nelayan tidak bisa beli BBM disitu. Untuk itulah kami minta agar nelayan di Tanggamus terdata sebagai anggota, karena syarat mutlak untuk pembelian BBM di SPDN harus ada kartu anggota nelayan,” jelasnya.

Sementara untuk program bantuan alat tangkap ikan untuk nelayan, lanjut Sofwan, sebelumnya pihaknya juga akan terus mengintensifkan kunjungan ke perkampung nelayan, dimana dimaksudkan untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan nelayan dan biar bantuan yang nantinya akan disalurkan untuk nelayan ini bisa tepat sasaran kepada nelayan aslinya tidak melenceng ke yang lain-lain.

“Di Tanggamus ini banyak masyarakat nelayannya, tapi memang tidak semua nelayannya nelayan asli dan memang banyak juga nelayan musiman. Untuk itulah kami tidak mau bantuan ini nantinya asal disalurkan saja,” ungkap mantan Kadis PU Tanggamus itu.

Dalam kesempatan tersebut juga Sofwan berharap kepada masyarakat nelayan untuk dapat membantu Dinas Kelautan dan Perikanan dalam menjaga ekosistem laut dengan tidak menangkap ikan dengan menggunakan bom. Dampak bom ikan sangat keji, karena terumbu karang akan hancur berkeping-keping dan mati, sementara perlu waktu berpuluh-puluh tahun untuk proses restorasinya. (Imron/JJ).