oleh

Halau DBD, Seluruh Kelurahan Akan Difogging

Harianpilar.com, Bandarlampung – Guna mengantisipasi kian mewabahnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemkot Bandarlampung menginstruksikan satker terkait untuk melakuakn penyemprotan (Fogging) di setiap kelurahan.

“Ya sekarang- sekarang inilah, nanti kita semprot semua kelurahan di Bandarlampung biar nggak ada lagi demam berdarah,” ujar Walikota Bandarlampung Herman HN, Senin (2/2/2015) saat ditemui usai Rakor Satker di Gedung Semerghou Pemkot setempat

Ditegaskannya, setiap kelurahan akan dilakukan foging, termasuk pada kelurahan-kelurahan yang belum ditemui kasus demam berdarah, sebab menurutnya hal ini merupakan pencegahan agar wabah tersebut tidak menyebar semakin luas pada wilayah yang belum ditemukan korban.

“Masalah demam berdarah itu, saya rasa rakyat nggak ngerti tentang itu, saya rasa nggak rela rakyat kalau kita nyemprot setelah ada yang mati dulu, mencegah lebih baik daripada mengobati,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung  dr Amran mengatakan, jika metode yang paling efektif untuk membasmi wabah demam berdarah adalah metode3 M bukan foging, sebab foging henya membunuh nyamuk dewasa.

“Foging itu hanya membunuh nyamuk dewasa, namun yang paling efektif untuk membunuh nyamuk itu adalah dengan metode 3M (menutup, menguras, mengubur),” ujar dr Amran

Selain itu juga, dr Amran menjelaskan jika foging sedikit berbahaya bagi kesehatan manusia, sebab zat yang terkandung di dalam asap foging tidak akan hilang dalam waktu 2 minggu, sementara zat tersebut apabila telah disemprotkan akan menempel pada benda apapun yang terdapat di ruangan.

“Zat yang terkandung dalam asap itu , ilangnya lama bisa sampai 2 mingguan kan kalau disemprotkan asapnya itu menyebar kemana mana, selain itu dia hanya membunuh nyamuk dewasa, maka nya yang efektif itu 3 M tadi,” paparnya.

Diungkapkannya, selama musom penghujan ini suydah ada 3 korban jiwa yang meninggal akibat kasus demam berdarah ini.

“Sebanyak 9 masyarakat Bandar Lampung yang terjangkit demam berdarah, 3 diantaranya telah meninggal dunia. Hal ini tentu perlu diwaspadai karena masih musim penghujan begini, tentu jangan sampai jumlah ini terus bertambah,” ungkapnya. (Buchari/JJ).