Harianpilar.com, Bandarlampung – Hingga kini Dinas Pengelolaan Pasar Kota Bandarlampung belum melaporkan kerugian akibat musibah kebakaran yang terjadi di Pasar Induk Tamin. Akibatnya Pemkot Bandarlampung belum bisa menafsir kerugian materil akibat kebakaran itu.
“Iya, saya belum mendapat laporan dari Dinas Pasar tentang kebakaran yang terjadi di Pasar Induk Tamin, hari Jumat lalu,” kata Sekretaris Kota (Sekkot) Bandarlampung Badri Tamam, Minggu (1/2/2015) saat dihubungi via telepon.
Terkait ganti rugi, kata Badri, kemungkinan akan sama seperti saat Pasar Mangga Dua terbakar.
“Kemungkinan sama seperti ganti rugi yang dilakukan pada pedagang Pasar Mangga Dua. Tapi itu dilakukan setelah pak walikota melakukan peninjauan ke Pasar Induk Tamin,” ungkapnya.
Dikatakannya, jika ganti rugi juga akan diberikan setelah Walikota meninjau lokasi kebakaran tersebut.
“Setelah Dinas Pasar memberikan laporan, dan biasanya pak walikota meninjau lokasi kebakaran. Nanti dari hasil peninjauan itu, kita akan melaksanakan kebijakan bapak walikota terkait ganti rugi dan perbaikannya,” kata Badri.
Untuk diketahui, enam los di Pasar Induk Tamin yang berlokasi di Kelurahan Kelapatiga, Tanjung Karang Pusat (TKP), pada pukul 18.35 WIB, Jumat (30/1/2015), hangus terbakar.
Beruntung, api hanya berkobar 45 menit sehingga tidak membakar los pedagang lainnya lantaran kesigapan dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung.
Diketahui, enam los yang terbakar itu adalah milik Misdi (penggiling dan penjual kelapa), Parjo (penjual ayam karkas broiler), Sugeng (penjual sayur-sayuran), Agus (penjual plastik), serta dua los milik Senen (penjual kelapa dan sayur-sayuran). Dari enam los yang terbakar, hanya empat los yang kondisinya parah akibat amukan api tersebut. Yakni los nomor 77, 78, 79, dan 80.
Syaiful, satpam Pasar Induk Tamin, mengatakan, ia melihat api saat melintas di los nomor 77 milik Misdi. Menurutnya, kala itu ada ledakan di bohlam berwarna kuning, yang saat itu juga langsung menyambarkan api dan merambat ke dinding yang terbuat dari papan dan terdapat bensin di wilayah tersebut.
”Jadi ini tadinya saya lihat karena konslet terus keluar api, tapi cepat sekali merambatnya, dan ternyata di sana ada bensinya, terus bunyi ledakan kecil dan hampir membakar enam los,” ucapnya.
Ia juga membenarkan dari enam los yang terbakar, terparah terjadi pada empat los yakni milik, Misdi, Parjo, Senen, dan Agus. ”Tapi yang paling parah ya punya Pak Misdi, kan di sana mulanya terbakar, bahkan hingga kelapa dan alat penggilingnya terbakar. Ini kita sedang mencoba memutus kabel saluran lainnya, supaya nggak terjadi konslet susulan,” ujarnya.
Sementara, Misdi mengatakan, ia mendapat kabar dari seorang warga bahwa losnya terbakar. ”Iya mas, langsung saya datang ke pasar. Ini lagi dicek dan dilihat mana saja yang masih bisa saya selamatkan, tapi saya belum bisa prediksi berapa total kerugian. Karena ada alat penggilingnya juga terbakar,” ucapnya.
Misdi berharap Pemkot Bandarlampung membantu dirinya dan korban lainnya untuk dapat berdagang di kemudian hari. ”Ya, berharapnya ada bantuan untuk meringankan kami,” pungkasnya. (Buchari//JJ).









