oleh

Nurhasanah dan Fandi Berebut Perahu PDIP

Bandarlampung (Harian Pilar) – Setelah sebelumnya sejumlah nama bakal calon (Balon) walikota Bandarlampung dari PDIP yang telah mendaftar seperti, Herman HN, Dedi Mawardi dan Yose Rizal, kembali dua nama kader PDIP Lampung Nurhasanah dan Fandi Tjandra bakal berebut kursi Balon wakil walikota Bandarlampung, pada Pilkada 2015 mendatang.

Hal ini terlihat dengan pengambilan formulir pendaftaran oleh kedua politisi asal partai besutan Megawati Soekarno Putri ini. Di Sekretariat Penjaringan Calon Kada DPC PDIP Bandarlampung sudah ada beberapa nama yang mengambil formulir pendaftaran. Hingga, kemarin, baru calon incumbent walikota Herman HN yang mendaftar sebagai balon kada walikota.

Sedangkan balon kada wakil walikota cukup banyak. Yakni Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPC PDIP Bandarlampung Fandi Tjandra, mantan wakil ketua DPRD Lampung Nurhasanah, dan utusan balon wakil walikota Dedi Mawardi.

Panitia Penjaringan Tunas Budi Lukito mengungkapkan sampai kemarin balon kada yang sudah mengambil formulir penjaringan yakni Herman HN, Yose Rizal, Fandi Tjandra, Nurhasanah dan Dedi Mawardi.

“Penjaringan ini kita buka seluas-luasnya baik bagi calon internal maupun eksternal. Tadi ada juga utusan Dedi Mawardi yakni Turaihan Aldi yang mengambil formulir sebagai calon wakil kada. Pada Rabu (7/1), semua nama calon akan dikirimkan ke DPP. Setelah diputuskan DPP, semua calon diwajibkan mengikuti sekolah partai di PDIP selama dua hari yang direncanakan di Bogor atau Yogyakarta,” tegasnya.
Fandi Tjandra mengatakan majunya dirinya dalam bursa calon semata – mata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bandarlampung satu dekade mendatang.

“Tapi semuanya kita serahkan kepada DPP yang akan memutuskan siapa calon kada dan calon wakil kada yang akan diusung pada pilkada mendatang. Sembari kita menunggu kepastian aturan pilkadanya,” kata pria yang akrab dipanggil Acung ini.

Terkait pengembalian berkas pendaftaran, Sekretaris DPC PDIP Bandarlampung Wiyadi menegaskan, pengembalian berkas pendaftaran balonkada yang mendaftar di PDIP ditunggu selambat-lambatnya 5 Januari 2015. Selain itu, pengembalian berkas pendaftaran wajib diserahkan langsung oleh calon tanpa diwakilkan.

’’Pengembalian berkas harus diantar langsung oleh balonkada. Jika tidak, akan dianulir pencalonannya di PDIP. Karena kita mau lihat langsung keseriusannya untuk mengikuti penjaringan calon melalui PDIP,” tegas Wiyadi

Untuk mensiasati agar balon kada dapat mengembalikan berkas tepat waktu, ia menyarankan sebaiknya balon kada terlebih dahulu mengembalikan formulir pendaftarannya. Sementara berkas persyaratan pendukung lainnya dapat menyusul di kemudian hari.

“Kita harap balon kada tepat waktu mengembalikan formulir pendaftarannya. Balon kada dapat mengembalikan formulir pendaftarannya dulu. Kelengkapan berkas lainnya dapat dilengkapi dikemudian hari. Karena pada 7 Januari 2015 kita kan menyerahkan nama-nama balon kada hasil penjaringan ke DPP PDIP,” sarannya. (Lia/JJ)