Bandarlampung (Harian Pilar) – Anggota Komisi I DPR RI Musa Zainudin siap membantu Pemerintah Provinsi Lampung meningkatkan status Bandara Radin Intan II (RI II) menjadi Bandara Internasional. Dengan mendorong Pemprov melakukan percepatan terutama terkait dengan ketersediaan lahan.
Salah satu syarat peningkatan status itu dengan memperpanjang landasan pacu atau Runway. Saat ini Runway Bandara Radin Intan hanya memiliki panjang 2500 dan lebar 45 meter. Kedepannya diubah menjadi 3500 x 60 meter.
”Pembebasan lahan itu domainnya pemerintah daerah. Ya, kita bisa memaklumi terkait banyaknya kendala, tapi prinsipnya secara prosedur tentu sudah ditempuh oleh Pemprov,” kata Musa, melalui telepon selulernya, Rabu (7/1/2015).
Mussa juga mengaku siap menginventarisir semau kebutuhan Pemprov guna peningkatan status Bandara Rane Intan II.
“Kita siap menginventarisi apa saja yang dibutuhkan Pemprov Lampung, untuk diperjuangkan di pemerintah pusat, jika ingin status meningkat, maka Radin Intan II harus memiliki fasilitas yang memadai, ya yang menjadi masalah saat ini terkait landasan pacu,” jelasnya.
Dipaparkannya, pengembangan Bandara Radin Inten II sedikitnya menelan dana Rp2-3 triliun. Sementara Pemprov Lampung sendiri, akan membantu dari sisi penyediaan lahan tambahan untuk ILS (instrument landing system) seluas tiga hektare, dan membantu proses pembebasan lahan.
Dalam perpanjangan landasan tersebut akan mengeluarkan biaya tahap pertama, anggarannya Rp 315 miliar, dan tahap kedua 145 miliar. Sedangkan untuk keperluan pembebasan tanahnya sendiri, Rp 40 miliar. ”Tapi kan ini bisa bertahap, kita lihat skala prioritasnya. Ya, kita lihat saja 2015 ini, kita akan sama-sama berjuang bersama Pemprov,” ujarnya.
Diketahui, frekuensi penerbangan reguler di Bandara Radin Inten II saat ini mencapai sembilan flights per hari, dengan jumlah penumpang yang diangkut antara 800-900 orang yang dilayani oleh lebih dari lima maskapai reguler seperti Garuda Indonesia, Merpati Nusantara Airlines, Batavia Air, serta Sriwijaya Air. Bahkan saat ini telah ada beberapa maskapai baru yang membuka rute penerbangan. (Fitri/JJ)









