oleh

2015, Diskes Butuh 55 Tenaga Medis

Bandarlampung (Harian Pilar)

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung berencana akan kembali merekrut sebanyak 55 orang tenaga honorer bidang tenaga medis pada tahun 2015 mendatang. Sayangnya, bidan meski gigit jari lantaran tidak akan ada rekrutmen untuk tenaga bidan, melainkan hanya untuk tenaga dokter dan perawat semata.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinkes Bandarlampung, dr Amran, “Ya memang benar, tahun depan tahun 2015 nanti kita akan menambah lagi tenaga medis kita. Untuk dokter sebanyak 40 orang, dan perawat sebanyak 15. Tapi, kalau untuk bidan rasanya sudah cukup, jadi kita nanti akan mengangkat tenaga dokter dan perawat saja,” jelas Amran, Senin (3/11).
Ia membenarkan jika tahun depan akan banyak mengangkat tenaga honorer di bagian medis. Hanya saja, pihaknya akan mengambil tenaga honorer yang saat ini ada di puskesmas. “Banyak juga honorer yang dipuskes yang kita angkat,” singkatnya.
Penambahan tenaga medis ini, menurutnya untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Bandarlampung. “Kalau kurang tenaga lagi, akan kita tambah,” tegasnya.
Terkait mekanisme penerimaannya, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Tapi, pihaknya tetap akan mendahului usulan-usulan dari puskesmas. “Kita koordinasikan terus sama BKD untuk mekanisme penerimaannya, karena banyak usulan dari puskesmas,” ujarnya.
Saat disinggung jumlah yang akan direkrut, ia menjawab pihaknya masih melihat situasi yang dibutuhkan tahun 2015 nanti. “Ya kita juga masih lihat kebutuhannya, nanti akan kita sesuaikan jumlah kebutuhannya. Karena nanti ada penambahan jumlah tenaga medis perawat yang akan kita tempat di Poskeskel,” jawabnya.
Sementara itu, selaku pihak legislatif, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung, Abdul Salim pun menyambut baik niat dari Dinkes untuk menambahkan tenaga medis di Bandarlampung.
Mengenai rencana Dinkes yang akan memprioritaskan tenaga honorer yang ada dipuskesmas, menurutnya memang baik, karena tentunya sudah mengerti dan mengetahui tentang pelayanan kepada masyarakat. Apalagi, honorer di Puskes yang sudah lama mengabdi di puskesmas tempatnya bekerja. “Bagus itu kalau memprioritaskan pengangkatan honorer dari puskes, karena mereka kan sudah lama mengabdi di puskes tempatnya bekerja,” kata dia.
Pihaknya pun meminta dalam penerimaannya nanti juga harus transparan, jangan sampai ada yang ditutup-tutupi. Ia menegaskan dalam penerimaan honorer ini, hendaknya benar-benar dilakukan secara cermat dan transparan, karena mereka lah yang nantinya akan melayani masyarakat. “Harus cermat dalam perekrutannya, agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tukasnya. (Lia)