Harianpilar.com, Bandarlampung – Penjabat (Pj) Gubernur Lampung Samsudin umbar janji akan menaikkan harga beli singkong pasa tahun 2025. Hal itu disampaikannya merespon keluhan petani terkait dengan anjloknya harga beli singkong yang telah terjadi sejak beberapa minggu terakhir.
Anehnya, Samsudin belum bersedia memaparkan nominal kenaikannya. “Pada tahun 2025 lembaran baru maka kesepakatan itu akan dinaikkan dari yang sebelumnya minimal 900 perkilo akan dinaikkan. Dan berapa naiknya nanti di 2025 akan diberitahu. Itu sudah hasil kesepakatan seperti itu, sekarang sudah selesai dan apa yang jadi kegelisahan di masyarakat sudah diatasi,” kata dia, baru-baru ini.
Menurut Samsudin, jika harga beli singkong akan dikembalikan ke kesepakatan yang telah dibuat oleh Gubernur Lampung sebelumnya Arinal Djunaidi dengan para pengusaha pada tahun 2021 silam.
Pada tahun 2021 silam, Gubernur Arinal bersama dengan pengusaha menyepakati harga pembelian singkong dari petani di Provinsi Lampung minimal sebesar Rp 900 perkilogram dengan pemotongan atau rafaksi maksimal 15 persen.”Jadi kita sudah clear, terkait dengan anjloknya harga ubi kayu kita kembali ke kesepakatan yang lalu. Yaitu kesepakatan pada tahun 2021, apa yang sudah disepakati oleh gubernur yang lalu dengan para perusahaan selama 2021-2024 tidak ada masalah,” kata dia.
Sebelumnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung telah menurunkan tim untuk melakukan investigasi terhadap penurunan harga singkong yang terjadi di Lampung sejak beberapa minggu terakhir. “Kemarin tim sudah turun dan laporannya sedang kita buat untuk kita laporkan kepada Pj Gubernur,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung Bani Ispriyanto.
Bani mengatakan jika pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan pengusaha singkong, pabrikan, serta petani singkong untuk menentukan harga ideal sebagai acuan dalam pembelian singkong.”Setelah itu kita adakan pertemuan dengan pengusaha singkong, pabrikan dan petani singkong. Kita akan cari harga yang ideal sebagai acuan nanti dalam pembelian singkong berikut nya,” tambahnya.
Menurut Bani berdasarkan hasil investigasi, penurunan harga singkong yang terjadi di Lampung lantaran saat ini tengah terjadi panen raya serta bersamaan dengan musim hujan sehingga refraksi nya tinggi. “Harga turun menurut investigasi karena panen nya banyak dan kedua panen saat musim hujan jadi rafaksi nya tinggi. Harganya bervariasi kisaran Rp1.100 sampai 1.200 tapi diterima petani sekitar Rp800 per kilogram,” kata dia. (Ramona)









