oleh

Proyek PUPR Tubaba ‘Uji Nyali’ Kejati Lampung

Harianpilar.com, Bandarlampung – Dugaan penyimpangan sejumlah proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulangbawang Barat (Tubaba) tahun anggaran 2022-2023 bakal jadi ajang ‘Uji Nyali’ Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.

Korp Adiyaksa ini dituntut untuk segera melakukan upaya hukum terkait temuan di Dinas PUPR Tubaba ini.

Tim Kerja Institute on Corruption Studies (ICS), Apriza menegaskan, Kejati Lampung diharapkan untuk segera memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam proses lelang proyek di Dinas PUPR Tubaba.

“Segera periksa pihak-pihak yang terlibat dalam proses lelang dan pelaksanaan sejumlah proyek di PUPR Tubaba, dengan meminta keterangan dan pengumpulan data,” tegas Apriza, saat diminta tanggapan, Selasa (23/7).

Kejati Lampung juga diharapkan mampu membongkar praktik-praktik curang yang diduga dilakukan para oknum dinas pada pengelolaan proyek PUPR Tubaba.

“Kejati harus mengusut dugaan mainan proyek di Dinas PUPR Tubaba, agar praktik curang lelang proyek tidak kembali terjadi. Sehingga potensi kerugian negara dapat diminimalisir,” tegasnya.

Sementara, Anggota Komisi III DPRD Tulangbawang Barat (Tubaba) Paisol terkesan mengelak saat diminta tanggapan terkait dugaan penyimpangan proyek di Dinas PUPR Tubaba tahun 2022-2023.

“Ohh kalo itu mah dah lewat, masa perawatanya sudah lewat,” elaknya.

Ketika kembali dimintai tanggapan Paisol menegaskan hanya akan memberi tanggapan pada proyek yang sedang berjalan.

“Saya mau tanggapin kalau yang jalanya sekarang,” ujarnya, seraya mengatakan sedang ada acara sebentar.

“Saya masih ada acara sebentar, nanti daya telepon kalo dah selesai ya,” tandasnya.

Sekretaris Dinas PUPR Tubaba Sadarsyah, secara tertulis membenarkan adanya kekurangan pada penyelenggaraan sejumlah proyek fisik instansinya.

Untuk itu, segala masukan dan kritik di media masa akan dijadikan masukan sebagai bentuk introspeksi.

“Terima kasih kritik dan saran yang disampaikan. Kritik dan saran rekan-rekan akan menjadi intropeksi Kami sebagai pemangku tugas penyelenggaraan jalan kabupaten dalam pelaksaan program ke depan,” kata Sekretaris Dinas PUPR Tulangbawang Barat Sadarsyah, melalui pesan WhatsApp (WA), Selasa (22/7).

Diberitakan sebelumnya, indikasi penyimpangan proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulangbawang Barat (Tubaba) diduga terjadi hampir setiap tahun.

Sebab bukan hanya proyek tahun 2022 yang terindikasi bermasalah, proyek tahun 2023 juga mengalami hal serupa. Pada proyek PUPR Tubaba tahun 2023 juga ditemukan indikasi penyimpangan mulai dari proses tender hingga pelaksanaan di lapangan.

Pada proses tendernya terindikasi sarat mainan, selain penawaran pemenang tender sangat minim penurunannya dari harga perkiraan sendiri (HPS) juga mayoritas peserta yang memasukan penawaran hanya satu dan langsung menjadi pemenang.

Meski penawaran pemenang tender sangat minim penurnannya dari HPS, ternyata kualitas proyek-proyek ini sangat memprihatinkan. Rata-rata kini sudah mengalami kerusakan.

Anehnya, meski kualitasnya rendah proyek-proyek ini lolos dalam provisonal handover (PHO) maupun finishing handover (FHO).

Seperti proyek PUPR Tubaba tahun 2023 berupa peningkatan Jalan SP. Kartaraharja – Marga Kencana dengan HPS Rp5.189.952.721 tendernya dimenangkan CV.Raja Kontruksi dengan penawaran Rp5.087.761.094 hanya turun Rp102 juta atau 1,9 persen dari HPS.

Tender proyek ini diikuti oleh 17 peserta namun yang memasukkan penawaran hanya satu yakni CV. Raja Kontruksi sekaligus menjadi pemenang.

Begitu juga proyek Peningkatan Jalan Sp. Panaragan Jaya (Protokol) – Sp. Gedung Ratu (DAK) dengan HPS Rp16.122.593.232 tendernya dimenangkan PT.Tirtha Wandhira Utamadengan penawaran Rp16.040.125.119 hanya turun Rp82 juta atau 0,5 persen dari HPS.

Tender proyek ini diikuti 8 peserta dan yang memasukkan penawaran PT.Tirtha Wandhira Utama yang juga jadi pemenang.

Kemudian, proyek Peningkatan Jalan Penumangan Baru – Tirta Kencana dengan HPS Rp1.499.998.622 tendernya dimenangkan CV. Intan Permata Kontruksi dengan penawaran Rp1.456.204.578 hanya turun Rp43 juta atau 2,9 persen dari HPS.

Tender proyek ini diikuti tujuh peserta dan yang memasukkan penawaran hanya satu yakni CV.Intan Permata Kontruksi sekaligus menjadi pemenang.

Selain tendernya terindikasi dikondisikan, pelaksanaan proyek-proyek tahun 2023 ini juga diduga kuat sarat penyimpangan.

Sebab meski baru seumur jagung proyek-proyek ini juga kualitasnya sangat meragukan karena sudah mulai mengalami kerusakan dan terlihat penggunaan material tidak proporsional.

Seperti proyek Peningkatan Jalan SP. Kartaraharja – Marga Kencana yang sudah mulai berlubang di beberapa bagian dan banyak bagian material aspal yang sudah retak-retak.

Bahkan, sangat terlihat kasat mata lapisan material sangat tipis. Pada bagian jalan yang menggunakan material rigit beton juga terlihat retak dan sangat tipis. Padahal proyek ini baru seumur jagung dan penurunan penawaran pemenang tender hanya 1,9 persen dari HPS.

Seharunya jika dikerjakan sesuai ketentuan proyek dengan anggaran miliaran ini memiliki kualitas yang sangat baik dan bertahan lama.

Begitu juga proyek Peningkatan Jalan Sp. Panaragan Jaya (Protokol) – Sp. Gedung Ratu (DAK), lapisan material proyek ini terlihat sangat tipis dan mulai retak-retak. Padahal penawaran PT. Tirtha Wandhira Utama selaku pemenang tender hanya turjn 0,5 persen dari HPS.

Kondisi memprihatinkan juga ditemukan pada proyek Peningkatan Jalan Penumangan Baru-Tirta Kencana, banyak bagian jalan rigit beton ini sudah patah, retak, dan terlihat sangat tipis lapisan permukaannya. Sehingga secara kualitas proyek ini sangat meragukan.

Anehnya, meski setiap tahun pelaksanaan proyek Dinas PUPR Tubaba ini sarat masalah, namun selalu dengan mudah lolos dalam proses PHO dan FHO.

Pada pelaksanaa proyek tahun 2022, dari dokumen yang diperoleh dan dari penelusuran Harian Pilar, diketahui proyek-proyek milik Dinas PUPR Tubaba kondisinya sama dengan tahun 2023.

Selain penawaranya sangat minim penurunannya dari harga perkiraan sendiri (HPS), juga mayoritas peserta yang memasukan penawaran hanya satu dan langsung menjadi pemenang.

Seperti beberapa contoh proyek tahun 2022, diantaranya proyek Rekonstruksi/Peningkatan

Struktur Jaya Murni – Tri Tunggal Jaya dengan HPS Rp4.040.248.342 tendernya dimenangkan CV. Reza Anugrah Jaya dengan penawaran Rp3.955.976.000 hanya turun Rp84,2 juta atau 2 persen dari HPS. Tender ini diikuti oleh lima peserta dan yang memasukkan penawaran hanya CV. Reza Anugrah Jaya sekaligus menjadi pemenang tender.

Begitu juga proyek Rekonstruksi/Peningkatan Struktur Mulya Sari – Batas Mesuji dengan HPS Rp10.592.398.028 tendernya dimenangkan oleh Duta Graha Sejahtera dengan penawaran Rp10.477.059.000 hanya turun Rp115 juta atau 1 persen dari HPS.

Dalam tender ini diikuti enam peserta dan yang memasukkan penawaran Duta Graha Sejahtera sekaligus menjadi pemenang.

Pada proyek Rekonstruksi/Peningkatan Struktur Jaya Murni – Tri Tunggal Jaya yang kini kondisinya sudah rusak parah.

Mayoritas aspal sudah mengelupas, bergelombang, berlubang besar. Bahkan, banyak aspalnya yang sudah menggulung, dan akibat aspal yang terlalu tipis banyak bagian jalan yang asplaya habis dan muncul lapisan tanah.

Padahal, penawaran CV. Reza Anugrah Jaya selaku pemenang tender hanya turun 2 persen dari HPS. Jika pengerjaan sesuai perencanaan, seharusnya dengan penawaran minim itu kualitas jalan bagus dan bertahan lama.

Kondisi serupa juga terjadi pada proyek Rekonstruksi/Peningkatan Struktur Mulya Sari – Batas Mesuji yang juga banyak bagian jalan yang aspalnya sudah mengelupas, bergelobang, berlubang, bahkan akibat lapisan aspal yang sangat tipis banyak lapisan aspalnya yang sudha retak-retak dan bertaburan.

Padahal, proyek bernilai puluhan miliaran ini tendernya dimenangkan Duta Graha Sejahtera dengan penawaran hanya turun 1 persen dari HPS.

Seharusnya jika pengerjaan sesuai ketentuan, dengan anggaran begitu besar proyek ini memiliki kualitas baik dan bertahan lama. (*)