Harianpilar.com, Tanggamus – Aksi kawanan pelaku pencurian resahkan warga Kecamatan Wonosobo, Tanggamus. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir kerap terjadi penjambretan, dan aksi pencurian hewan ternak, dan motor yang diparkir.
Camat Wonosobo Herli, membenarkan maraknya aksi penjambretan diwilayahnya. “Kini aksi pembegalan tidak terdengar lagi setelah aparat kepolisian rutin lakukan patroli dan penangkapan terhadap 2 orang pelaku begal. Akan tetapi, muncul aksi kejahatan dengan modus baru yang tetap saja membuat warga setempat dan pengguna roda dua kembali resah. Untuk begal memang sementara ini sudah tidak terjadi lagi, tapi sekarang mulai terdengar pencurian motor, kerbau dan penjambretan,” kata Herli, kepada wartawan, Minggu (20/9/2015).
Herli mencontohkan, sekitar satu bulan yang lalu, ada kejadian pencurian sepeda motor di minimarket area Wonosobo. Para pelaku ditengarai berjumlah dua orang atau lebih, salah satu pelaku masuk ke dalam minimarket dan berpura-pura berbelanja. Sementara rekannya membawa kabur sepeda motor milik salah satu pelanggan usai merusak kontak motor dengan kunci T.
Kemudian, lanjutnya, di Pekon Dadi Mulyo sekitar 2 minggu lalu. Kerbau milik warga di curi didalam kandang dan langsung disembelih di area persawahan desa setempat. “Kerbaunya dicuri dari dalam kandang pada malam hari, terus dipotong dan kuliti. Jadi, ketika pemiliknya bangun didapati kerbau kurang satu, saat upaya pencarian dilakukan yang ditemukan hanya tinggal tulang belulangnya saja,” terang dia.
Masih kata Herli, belum lama ini juga terjadi aksi penjambretan di jalur lintas barat (jalinbar) Pekon Lakaran, Wonosobo. Menurut keterangan yang berhasil dihimpun, dompet korban wanita muda yang berisi uang dan handphone berhasil ditarik paksa. Korban yang mengendarai sepeda motor bahkan sempat limbung dan nyaris terjatuh saat aksi tarik-tarikan terjadi. Namun akhirnya terpaksa merelakan dompetnya kepada dua orang pelaku jambret. “Kami berharap supaya bisa didirikan pos polisi di daerah Pekon Lakaran dekat SPBU. Disitu juga kerap terjadi kejahatan karena wilayahnya juga sepi,” harapnya.
Hal senada juga sebelumnya pernah dikatakan oleh Riki warga Kota Agung, bahwa sekitar dua bulan terakhir mulai marak terjadi penjambretan. Bahkan dia sempat melihat secara langsung aksi penjambretan yang dilakukan oleh dua orang dari teras rumahnya terhadap korban wanita. “Saya lihat pelakunya masih remaja, kami tidak sempat mengejar karena pelaku langsung tancap gas melarikan diri,” katanya. (nt/lp/joe)









