Harianpilar.com, Tanggamus – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudoarpora) Kabupaten Tanggamus menyatakan bahwa wisata teluk kiluan yang berada di Kecamatan Kelumbayan, menjadi prioritas utama dalam pengembangan ekowisata. Untuk pengembangan Tanggamus mengajukan bantuan pusat Rp4,5 miliar.
Kabid Destinasi dan Pemasaran Wisata Marhasan Samba mewakili Kadisbudparpora Tanggamus Supardi Sarkawi mengatakan, selama ini yang dihadapi dalam pengembangan wisata teluk kiluan hanyalah anggaran. Selama ini dana yang ada dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tanggamus hanya di peruntukan untuk kegiatan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) saja. “Kalau untuk yang sifatnya fisik, dari APBD memang tidak ada. Lagi pula, untuk mengembangkan ekowisata teluk kiluan, memerlukan dana yang cukup besar. APBD kita mana kuat untuk mengcovernya. Maka dari itu, setiap tahunnya hanya teranggarkan dana untuk pengembangan SDM nya saja,” kata Marhasan, melalui via telponnya. Senin (14/9/2015).
Akan tetapi, sambungnya, Disbudparpora terus mengupayakannya. Salah satunya dengan melakukan pengajuan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) ke Pemerintah Pusat. Dan secara kebetulan, Pemerintah Pusat meminta kepada Pemerintah Tanggamus untuk melakukan pengajuan DAK tahun 2016 yang diperuntukan pengembangan wisata. Dan di Provinsi Lampung sendiri hanya ada dua Kabupaten yang di minta, yakni Tanggamus dengan Teluk Kiluan dan Pesisir Barat dengan Tanjung Setia, Krui. “Untuk mendapatkan dana DAK dari Pemerintah Pusat, ada dua syarat yang harus di penuhi. Yang pertama Pemerintah daerah harus menyiapkan lahan. Dan alhamdulillah, masyarakat Kelumbayan telah sepakat untuk menghibahkan lahan seluas kurang lebih 3000 meter. Persyaratan yang kedua adalah masterplant. Dimana, pada tahun 2016 mendatang. Pihak Disbudparpora telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) yang meliputi jajanan khas, Souvenir kiluan, Taman bermain/pergola dan theater. Dengan total pengajuan sebesar Rp4,5 miliar,” terangnya.
Saat di tanyakan tentang infrastruktur, Masrhasan menjelaskan, bahwa infrastruktur jalan akses menuju kiluan sudahlah sangat bagus. Dimulai dari gerbang selamat datang di Kelumbayan-Kiluan, sampai kepada perumahan warga, infrastruktur jalan sangatalah bagus. Hanya saja, akses jalan di luar dari Kelumbayan masih sangat jelek. Dan itu bukan wilayah dari Kabupaten Tanggamus, melainkan Kabupaten Pesawaran. “Kalau untuk masalah keamanan dan kenyamanan pengunjung yang berwisata ke Teluk Kiluan, sudah tidak perlu di pertanyakan lagi. Karena memang masyarakat di sana, sangatlah mensuport. Jadi jangan lah khawatir kalau soal keamanan. Di Teluk Kiluan juga, sudah tersedia, cottage, resort, perahu tour dolphin, bahkan pasar jajanan pun sudah ada sekarang. Kalau tidak aman dan nyaman. Mana mungkin dalam satu bulannya, terdata sekitar 2400 wistawan lokal dan asing. Ya, kalau untuk wisatwan asing belum terlalu tinggi hanya 5 persen atau sekitar 120 dari total yang ada,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihak Disbudparpora terus melakukan pengembangan lokasi wisata, salah satunya dengan melakukan promosi memanfaatkan internet termasuk sosial media, tertera paket wisata teluk kilaun. Pihaknya juga mempromosikan wisata juga melalui event seperti Festical Teluk Semangka (FTS) yang selalu di adakan setiap tahunnya, Hut Tanggamus dan Lampung Fair. “Bahkan saat festival budaya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta kemarin pun, di sisipkan promosi wisata yang ada di Bumi Begawi Jejama ini,” tukasnya. (imron/*)









