oleh

Viral, Pantai Terkotor Nomor 2 Ada Di Lampung

Harianpilar.com, Bandarlampung – Provinsi Lampung kembali viral. Kali ini sekumpulan anak muda melalui postingan video milik akun tiktok @pandawara, mengajak masyarakat Bandarlampung untuk menggelar aksi bersih pantai kotor di Bandarlampung.

Lewat video yang diunggah dalam Tiktokers Pandawara, para pemuda ini mengajak masyarakat peduli terhadap kebersihan lingkungan pantai Sukaraja, yang berada di Jalan Ikan Selar, Kecamatan Sukaraja, Bandarlampung.

Dalam postingan video tersebut, sekelompok pemuda yang konsen terhadap lingkungan tersebut menilai pantai tersebut pantai terkotor nomor dua di Indonesia.

“Warga Lampung mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, pantai terkotor nomor dua ada di kota kalian,” ujarnya.

Kelompok Pandawara juga mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk bersama membersihkan pantai tersebut.

“Dicari seribu orang warga Lampung untuk mengurangi sampah di daerah ini. Untuk warga Lampung Let’s Join In The Party,” ajaknya.

Untuk kegiatan bersih-bersih akan dilakukan pada Senin (10/7) dimulai pukul 07.00. “Lagi-lagi kita menemukan kondisi pantai yang sama. Tempat ini menjadi korban acuhnya kita terhadap lingkungan. Kita perlu kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah Provinsi Lampung untuk menanggulangi masalah ini,” ujarnya.

“Aku ingin pantai ini menjadi tempat yang bersih,” ujar anak-anak setempat di dalam video.

Merespon aksi para pemuda itu, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung mengapresiasi kegiatan itu sekelompok pemuda itu.

“Pertama kita mengapresiasi ya kegiatan aksi pandawara yang akan melakukan pembersihan sampah di Pantai Sukaraja. Tentu ini momen luar biasa dimana gerakan orang muda yang konsen terhadap lingkungan untuk mengkampanyekan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan,” terang Direktur Walhi Lampung Irfan Tri Musri, Minggu (9/7).

Selain itu, lanjut dia, aksi Pandawara ini menjadi momen peringatan bagi pemerintah, baik itu provinsi maupun kota untuk lebih memperhatikan persoalan lingkungan hidup yang ada.

Karena, kata dia, sebetulnya momen bersih sampah di pesisir Bandarlampung bukan hal yang baru.

“Ini telah banyak dilakukan oleh berbagai pihak, namun belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Makanya aksi semacam ini tentunya memberikan peringatan keras ke pemerintah dan juga menggambarkan ketidakpedulian pemerintah terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Bahkan, Irfan mengaku sejak tahun 2014, pihaknya telah merekomendasikan kepada Pemkot dan DPRD Kota Bandarlampung untuk membuat suatu kebijakan khusus terkait pengelolaan sampah di pesisir kota. Namun rekomendasi tersebut tidak pernah dijalankan.

“Kita berharap aksi yang dilakukan pandawara sebagai gerakan orang muda tentunya akan mendapat perhatian serius oleh pemerintah ke depannya, bukan hanya sebatas respon namun tidak ada tindak lanjut,” pungkasnya. (*).