oleh

Bebani Orang Tua Siswa, Hapus Wisuda PAUD sampai SMA

Harianpilar.com, Bandarlampung – Pelaksanaan wisuda kelulusan siswa mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dikeluhakn oleh banyak orang tua. Seremoni itu dinilai hanya membebani orang tua siswa dalam pembiayaanya, sementara manfaatnya nyaris tidak ada. DPRD Provinsi Lampung sepakat jika proses wisuda tingkat PAUD sampai SMA itu dihapuskan.

Bahkan, DPRD Lampung meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung untuk menyurati seluruh sekolah agar meniadakan prosesi wisuda.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekertaris Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas. Politisi Partai Gerindra itu mengatakan bahwa wisuda di kalangan PAUD hingga SMA itu sangat membebankan orang tua atau wali murid dalam pelaksanaannya.

“Nggak ada dampak yang berarti, malah hanya membebankan biaya kepada wali muridnya, kerjaan mubazir yang membutuhkan biaya mahal. Wali murid harus dibebani biaya mulai dari pakaiannya, tempatnya, makannya belum lagi pasti kalo acaranya begitu banyak keluarga lain yang mau ikut lihat. Yang parahnya jika sampai ada yang nggak bisa ikut bisa memicu efek negatif ke si anak, pasti ngerasa minder dengan temannya,”ujar Mikdar kepada Harian Pilar, Senin (19/6).

Mikdar menyatakan menolak keras terhadap prosesi wisuda PAUD sampai SMA itu. Sebaiknya kelulusan PAUD hingga SMA dilaksanakan kembali seperti sediakala. “Kalo pandangan saya ya nggak usah ada lah itu (wisuda PAUD-SMA), seperti yang sudah-sudah saja. Kalau selesai kuliah diwisuda okelah masuk akal,”tegasnya.

Selain itu, Mikdar juga meminta agar wisuda PAUD hingga SMA ini menjadi perhatian khusus Dinas terkait karena dinilai membebani masyarakat ditengah proses bangkitnya perekonomian pasca pandemi covid, dan bukan juga syarat penting masuk perguruan tinggi nantinya.

“Jangan sampai ini jadi memaksakan yang membuat para orang tua mesti hutang sana sini hanya untuk anaknya bisa ikut (wisuda PAUD-SMA), apalagi kondisi sekarang ini perekonomian kita baru mulai bangkit, nggak ada juga persyaratan khusus untuk masuk perguruan tinggi mesti ada dokumen wisuda PAUD sampai SMA ya kan,” cetusnya.

Mikdar berjanji akan membawa dan membahas masalah wisuda PAUD hingga SMA ini dalam hearing dengan Disdikbud Provinsi Lampung pada Selasa (20/6) hari ini.

“Maka dari itu kami dari Komisi V besok (hari ini) selain membahas Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan membahas persoalan ini (wisuda PAUD-SMA) dengan Dinas terkait dalam hal ini Disdikbud Lampung untuk mencari solusi yang terbaik untuk masyarakat,”pungkasnya.

Seperti diketahui, belakangan Instagram Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dibanjiri protes para orang tua murid soal adanya wisuda TK sampai SMA ini. Kebanyakan orang tua mengeluhkan soal biaya wisuda yang mahal. Belum lagi setelah wisuda para orang tua murid tersebut harus dipusingkan dengan biaya masuk sekolah.(*)