oleh

2022, Perekonomian Lampung Tumbuh 4,28 Persen

Harianpilar.com, Bandarlampung – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Provinsi Lampung mencatat, secara keseluruhan tahun 2022, perekonomian Provinsi Lampung tumbuh 4,28% (yoy),. Angka itu meningkat jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2021 yang tumbuh 2,77% (yoy).

Sedangkan, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung pada triwulan IV 2022 mengalami pertumbuhan tren positif yaitu sebesar 5,05 persen (yoy). Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat 3,94 persen (yoy).

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Lampung Budiyono mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan laporan ditopang oleh kinerja Pembentukkan Modal Tetap Bruto (PMBT) yang meningkat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, serta kinerja Konsumsi Rumah Tangga (RT) dan sektor eksternal (ekspor) yang tetap tumbuh positif namun mengalami perlambatan.

“Secara nominal, perekonomian Lampung pada triwulan IV 2022 berdasarkan ADHB tercatat sebesar 103,76 triliun dan berdasarkan ADHK(2010) sebesar Rp63,36 triliun,” ujarnya, dalam siaran pers yang diterima wartawan, Selasa (7/2).

Sedangkan, dari sisi pengeluaran, pemulihan kinerja Konsumsi Rumah Tangga (RT) jugamendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Lampung pada tahun 2022, di tengah melambatnya komponen pengeluaran lainnya.

Perkembangan tersebut, kata dia, sejalan dengan normalisasi kegiatan usaha di era new normal yang didukung oleh peningkatan mobilitas masyarakat dan akselerasi pertumbuhan kredit, baik kredit konsumtif maupun kredit produktif.

“Di sisi lain, melambatnya kinerja Investasi dan Ekspor, serta menurunnya Konsumsi Pemerintah terutama disebabkan oleh realisasi pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang di bawah target, normalisasi Indeks Harga Komoditas Ekspor Indonesia (IHKEI), dan realisasi belanja APBD yang hanya tercatat sebesar 88,32%, lebih rendah jika dibandingkan 92,89% pada tahun sebelumnya,” terangnya,

Dari sisi Lapangan Usaha (LU), lanjut dia, pemulihan kinerja LU yang memiliki keterkaitan dengan mobilitas masyarakat mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada tahun 2022, antara lain perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi dan makan dan minum, dan jasa lainnya.

“Dari sisi LU Primer, telah berakhirnya pembangunan proyek revitalisasi saluran irigasi pada tahun 2020 – 2021 turut mendorong peningkatan kinerja LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan seiring dengan meningkatnya produktivitas,” jelasnya.

Dari sisi pengeluaran, lanjut dia, pertumbuhan kinerja perekonomian Lampung pada triwulan IV 2022 terutama disebabkan oleh meningkatnya kinerja PMBT.

Kinerja PMBT pada triwulan laporan tercatat tumbuh 2,78% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 1,09% (yoy).

“Kondisi ini ditopang oleh perbaikan kinerja investasi swasta, terkonfirmasi dari meningkatnya impor barang modal untuk mobil dan mesin,” jelasnya.

Di sisi lain, kata dia, masih positifnya pertumbuhan ekonomi Lampung triwulan IV 2022 ditopang oleh peningkatan kinerja Konsumsi RT dan sektor eksternal. Konsumsi RT pada Triwulan IV 2022 tercatat tumbuh 4,67% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan realisasi triwulan sebelumnya sebesar 4,80% (yoy).

“Kondisi ini sejalan dengan masih kuatnya kinerja Konsumsi RT, didorong oleh akselerasi permintaan menjelang Hari Besar dan Keagamaan Nasional (HBKN) Nataru Tahun 2022, yang disertai dengan peningkatan jumlah wisatawan dan Tingkat Penghunian Kamar (TPK), seiring dengan pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat,” ujarnya. (*).