Harianpilar.com, Bandarlampung – Berdasarkan hasil pantauan di laman Jaga.id milik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), presentase resiko suap dan gratifikasi Kabupaten Lamsel di bawah kepemimpinan Bupati Nanang Ermanto tertinggi mencapai 43.9 persen.
Sedangkan, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) di bawah kepemimpinan Bupati Agus Istiqlal, menjadi daerah dengan presentase terendah resiko suap dan gratifikasi dengan presentase 15.84 persen.
Informasi laman jaga.id, risiko suap dan gratifikasi yang tertinggi di Provinsi Lampung ini berdasarkan Survei Penilaian Integritas di tahun 2021, berada pada Pemkab Lampung Selatan.
Terkait hasil survey KPK ini, pihak Pemkab Lamsel belum berhasil dikonfirmasi. Dihubungi via Whattapp (WA) Sekda Lamsel Thamrin, dalam keadaan tidak aktif.
Sementara, Kadiskominfo Lamsel M Sefri Masdian, S.Sos saat dihubungi tidak bersedia memberikan tanggapan. Menurutnya yang berkompeten yakni, Inspektorat.
“Saya tidak bisa memberikan tanggapan. Coba hubungi Inspektorat,” sarannya.
Diketahui, Selasa (27/9) Roadshow bus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia tiba di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), rencananya bus KPK berada selama dua hari mulai 27-28 September 2022.
Kepala Sekretariat Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Guntur Kusmeiyano menjelaskan, roadshow bus KPK tahun 2022 di sembilan kabupaten/kota dari Sumatera Selatan, Lampung sampai Banten.
“Bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai anti korupsi di masyarakat dari sejak usia dini hingga remaja,” kata Guntur, usai acara pembukaan rangkaian kegiatan road show bus KPK di Aula Rajabasa Setdakab, Selasa (27/9).
Selain itu, tujuan road show juga untuk mengimplementasikan nilai-nilai anti korupsi.
“Segmentasinya adalah mulai dari PAUD sampai mahasiswa, jadi semua elemen kita festivalisasi dalam dua hari ini,” ungkapnya.
Disoal tentang pemilihan Kabupaten Lampung Selatan sebagai lokasi keenam tujuan road show bus KPK, Guntur Kusmeiyano menjelaskan salah satunya melandianya kasus COVID-19 di Provinsi Lampung.
“Pemilihan Kabupaten Lampung Selatan yang pertama adalah, kita diskusi panjang di KPK karena di tahun 2019 terakhir kita roadshow ke arah Jawa Bali, sekarang baru Sumatera,” ujarnya.
Lalu yang kedua adalah, melandainya Covid-19 itu baru di semester kedua 2022.
“Makanya kami hanya berani di tiga provinsi, kebetulan yang pas turun di Lampung itu juga hanya beberapa Metro, Bandar Lampung dan Lampung Selatan. Ini lebih karena perlintasan dan memungkinkan, bus kami juga bukan bus yang terbaru jadi kalau ke Pagar Alam juga susah itu,” terangnya. (*).









