Harianpilar.com, Mesuji – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mesuji, nampaknya terus berjuang untuk meningkatkan siswa-siswinya minat membaca. Tak hanya itu, Disdikbud juga berjuang agar masyarakat ikut serta bebas dari buta aksara.
Kepala Disdikbud Mesuji Syamsudin, melalui Sekertaris Pendidikan dan Kebudayaan Iklas Setia, mengatakan, rendahnya minat masyarakat untuk membaca tentunya akan berdampak pada pendidikan di Kabupaten Mesuji ke depan. Untuk itu, saat ini pihaknya tengah menjalankan program baru yakni menumbuhkan semangat membaca bagi masyarakat.
“Saat ini kita memiliki program baru yakni menumbuhkan semagat membaca bagi siswa-siswi dan masyarakat. tujuannya sudah jelas yakni membebaskan masyarakat dari buta aksara serta meningkatkan minat siswa-siswi menjadi gemar membaca,” papar Iklas.
Saat ini lanjut Iklas, pihaknya tenggah mensosialisasikan serta meminta kepada seluruh kepala sekolah se-Kabupaten Mesuji untuk ikut serta berperan dan menyumbangkan buku sebanyak-banyaknya. Setalah itu, buku hasil sumbangan tersebut diletakkan di rumah pintar.
“Buku hasil sumbangan itu nantinya kita masukkan di rumah pintar yang ada di Kota Terpadu Mandiri (KTM). Setelah buku terkumpul langkah awal kita yakni menjadwalkan seluruh guru dan kepala sekolah untuk membaca. Karena, dari kepala sekolah mampu menularkan minat membaca bagi siswa-siswinya dimasing-masing sekolah,” imbuhnya.
Yang jelas, saat ini kita mengumpulkan sebanyak-banyaknya buku yang akan disumbangkan dirumah pintar. Hal itu dilakukan agar kedepan masyarakat yang tadinya tidak tau membaca bisa membaca selain itu, kita juga memfungsikan bagunan rumah pintar yang ada di KTM.
“Tujuannya kita timbulkan dulu minat baca guru baru kepada anak-anaknya. Karena, guru sebagai contoh. Selain itu, juga rumah pintar yang sudah dibagun belum berfungsi maksimal. Untuk menghidupkan itu maka kita fungsikan dengan harapan masyarakat menjadi pintar,”tukasnya. (Sandri/JJ)









