oleh

Polda ‘Garap’ Dugaan Ijazah Palsu Aparatur Desa Pekondoh

Harianpilar.com, Pesawaran – Laporan masyarakat terkait dugaan penggunaan ijazah palsu beberapa oknum aparatur Desa Pekondoh, Kecamatan Waylima, Pesawaran, direspon Polda Lampung.

Dalam laporan masyarakat, tercatat ada empat aparatur desa yang diduga menggunakan ijazah palsu.

Jajaran DitRes Krimsus Polda Lampung, Jumat (2/9) mendatangi kantor Kecamatan Waylima, guna melakukan kordinasi lebih lanjut, kepada Camat setempat soal laporan Desa Pekondoh-Waylima, Pesawaran tersebut.

“Ya kedatangan kami terkait pengaduan masyarakat  Desa Pekondoh. Lebih lanjut konfirmasinya ke Humas Polda aja, kami belum bisa memberikan komentar lebih jauh,” kata salah seorang anggota DitRes Krimsus Polda Lampung, di halaman kantor Camat Waylima, Jumat (2/9).

Kedatangan tim dari Polda tersebut dibenarkan Camat Waylima, Ihsan Iskafi,SE. MM, terkait persoalan Desa Pekondoh.

“Benar, tadi kita kedatangan tim dari DitRes Krimsus Polda Lampung. Intinya mereka salamlikum, guna melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait aduan masyarakat Desa Pekondoh,” ungkap camat.

Untuk diketahui, masyarakat Desa Pekondoh  melaporkan ke aparat penegak hukum (APH) terkait adanya dugaan penggunaan ijazah palsu oleh beberapa oknum aparatur Desa Pekondoh dalam memuluskan pendaftaran sebagai aparatur desa.

Selain dugaan ijazah palsu, masyarakat juga melaporkan program hidroponik desa, yang menggunakan dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 dengan nilai Rp 162.100.

Diduga penggunaan DD pada program tersebut tidak tepat sasaran. Termasuk, dugaan adanya pungutan liar (pungli) program BPNT realisasi bulan Februari tahun 2022, dan BLT DD yang juga diduga melanggar Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor  40 tahun 2020.

Terpisah, Kades Pekondoh, Firli Zaini, ketika di konfirmasi terkait laporan masyarakat yang saat ini sedang ditangani DitRes Krimsus Polda Lampung, belum memberikan penjelasannya.

Dihubungi melalui selulernya, meski dalam keadaan aktif Kades Pekondoh tidak menjawab, dihubungi pesan singkat melalui Whatsapp juga tidak membalas. (*)