oleh

DPRD Bandarlampung Paripurna Istimewa Pidato Kenegaraan Presiden

Harianpilar.com, Bandarlampung – DPRD Kota Bandarlampung menggelar sidang paripurna istimewa mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam rangka memperingati HUT Ke-77 RI, Selasa (16/8).

Sidang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Bandarlampung Wiyadi didampingi tiga wakil ketua dan dihadiri langsung oleh Walikota – Wakil Walikota Bandarlampung Eva Dwiana – Deddy Amrullah, serta 41 anggota DPRD Kota Bandarlampung.

Hadir pula Kapolresta Bandarlampung, Dandim Bandarlampung, Ketua Bawaslu Bandarlampung, Komisioner KPU Bandarlampung, serta Forkopimda Kota Bandarlampung.

Dalam pembukaan sidang paripurna, Wiyadi menyampaikan, pidato kenegaraan presiden ini adalah kegiatan rutin yang digelar setiap tahun.

Disampaikannya juga, kemerdekaan Republik Indonesia adalah berkah dan anugerah yang sakral.

“Kemerdekaan kita ini adalah buah hasil perjuangan para pahlawan kita. Walaupun kini mereka telah tiada, mereka tatap di sanubari bangsa,” ujarnya.

Dalam momentum Kemerdekaan HUT Ke-77 RI ini, Wiyadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memupuk semangat dan jiwa patriotik bangsa.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bandarlampung ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bangkit setelah pasca pandemi Covid-19.

“Tema HUT RI kali ini adalah pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat. Tema ini mendeskripsikan bahwa bangsa kita ini telah melewati masa sulit pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato kenegaraannya berbicara mengenai tantangan berat yang dihadapi negara di seluruh dunia. Jokowi mengatakan dunia menghadapi krisis multidimensi.

“Krisis kesehatan akibat pandemi COVID-19 belum sepenuhnya pulih. Perekonomian dunia belum sepenuhnya bangkit. Tiba-tiba meletus perang di Ukraina, sehingga krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan tidak terhindarkan lagi,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan saat ini ada seratusan negara yang terdampak krisis. Sebagian di antaranya bahkan diperkirakan jatuh bangkrut.

“Diperkirakan 553 juta jiwa terancam kemiskinan ekstrem, dan 345 juta jiwa terancam kekurangan pangan dan kelaparan,” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan ujian yang melanda dunia ini tidak mudah. Dia meminta semua pihak untuk waspada.

“Ujian ini tidak mudah bagi dunia dan juga tidak mudah bagi Indonesia. Semua ini harus kita hadapi dengan kehati-hatian dan dengan kewaspadaan,” imbuh Jokowi.

Kendati demikian, Jokowi bersyukur Indonesia termasuk negara yang mampu mengatasi krisis global. Selain itu, Indonesia mampu mengendalikan COVID-19. (Ramona /JJ).