Harianpilar.com, Bandarlampung – Merasa ditipu dan tidak terima atas perlakuan panitia Musyarawah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) 15 kabupaten/kota se Lampung, calon Ketua DPC PD Lampung Timur (Lamtim) Anton Setia Putra didampingi 22 PAC melaporkan kejadian itu ke Polda Lampung, Selasa (22/3).
Selain ke Polda, Anton juga akan melaporkan kejadian itu ke Mahkamah Partai dan ke Ketum AHY.
“Ya benar, saya membuat laporan ke Polda Lampung atas dugaan penipuan. Dan setelah laporan di Polda saya dan rombongan 22 PAC akan langsung meluncur ke Jakarta untuk buat laporan ke Mahkamah Partai, serta persiapan buat laporan ke PTUN, dan juga kalau bisa harus ketemu dengan Ketum, mas AHY,” kata Anton, Selasa (22/3).
Dijelaskan Anton, laporan dugaan penipuan pada Muscab tersebut berawal saat dirinya telah terdaftar sebagai calon Ketua DPC yang sah dan telah mengikuti seluruh tahapan pendaftaran, mulai dari membawa 18 PAC dari total 22 PAC di Lamtim hingga membayar biaya pendaftaran sebesar Rp25,5 Juta.
“Tapi sampai penutupan, saya dan PAC yang punya hak suara tidak diverifikasi, tidak diberi tahu apapun dari panitia,” ujarnya.
Anton menduga, dirinya sudah sejak awal hendak mencalonkan diri sebagai ketua DPC PD Lamtim terasa hendak “dibegal” pencalonannya. Mengingat dirinya sudah mendapat dukungan 18 PAC dari 22 PAC yang ada di DPC Lampung Timur.
“Lalu, sehabis penutupan pendaftaran, semua PAC diganti baru dengan menabrak AD/ART, aturan, dan kebijakan DPP PD,” ujar Anton.
Saat menunggu tahapan verifikasi, ungkap Anton, ada tawaran dari dua pengurus DPD agar berbagi dukungan kepada calon yang diduga hendak dimenangkan DPD PD Lampung.
Namun dirinya menolak karena tak mau mengkhianati dukungan 18 PAC terhadapnya.
Mungkin terkait hal itu juga, dia bersama 18 PAC dibiarkan seharian lebih menunggu di selasar tempat verifikasi dukungan hingga pintu dikunci dan lampu dimatikan di Gedung Krakatau, Kemiling, Kota Bandarlampung, Minggu (20/3).
Diungkapkan Anton, jika kedua pengurus DPD PD Lampung tersebut menawarkan komposisi masing-masing bagi dua, yakni dirinya 12 suara sisanya, 10 suara, diberikan kepada calon lain atau bagi dua. Untuk jadi calon, syaratnya 20 persen dukungan PAC.
Alasan kedua pengurus DPD PD Lampung itu, kasihan 22 pengurus PAC DPC PD Lamtim yang sudah menunggu verifikasi sejak kemarin malam di Gedung Krakatau, Kemiling, Kota Bandarlampung, Minggu (20/3).
Selain itu, kata dia, 22 PAC Demokrat di Lamtim juga akan melaporkan Taufik Gani yang juga Sekretaris DPC Demokrat Lamtim. Menurutnya, Taufik Gani telah melampaui batas dari jabatannya sebagai sekretaris DPC.
“Dia ini telah sewenang-wenang mem-Plt.-kan para ketua PAC tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu ke PAC. Jadi sekarang 22 PAC ini posisinya ada demisioner,” kata dia.
Sementara itu, pihak DPD Demokrat Lampung, baik Ketua DPD Demokrat Lampung Edi Irawan serta Ketua SC dan Sekretaris SC Muscab Demokrat, Kherlani dan juga Midi Iswanto belum bisa memberikan komentar terkait laporan Anton dan permasalahan proses Muscab. Dihubungi via telepon dan WhatsApp, tidak ada jawaban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelapor Anton belum berhasil dikonfirmasi terkait siapa saja yang menjadi terlapor.
Dihubungi via telepon, pelapor Anton masih dalam proses pelaporan di Polda Lampung.
“Di dalam masih diproses,” kata salah seorang yang mengangkat telepon Anton.
Untuk diketahui, ada tiga calon Ketua DPC Lamtim yang terdaftar diumumkan panitia Muscab, yakni Anggota DPRD Lampung Muhammad Khadafi Azwar, Anton Setia Putra dan Wakil Ketua DPD Demokrat Lampung Asep Makmur. (Ramona)









