oleh

Bandarlampung Sentra Ikan Teri Terbesar

Harianpilar.com, Bandarlampung – Guna mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan, Pemkot Bandarlampung memberikan bantuan 15 unit kapal (perahu ting-ting) kepada nelayan Ujung Bomb Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Telukbetung Selatan (TbS), Bandarlampung.

Di kesempatan itu, Walikota Bandarlampung Herman HN mengatakan, bantuan kapal tersebut dimaksudkan untuk menambah armada pendapatan dan kesejahtertaan rakyat. Saat ini daerah lampung luas perairan laut mencapai 51.991 KM2 dengan garis pantai membentang sepanjang, 1.105 KM2 yang terdiri dari beberapa pulau besar dan kecil.

“Produksi komoditas perikanan saat ini, di Lampung masih didominasi oleh udang yang berasal dari budidaya dan tangkap nelayan, bahkan Lampung juga dikenal sebagai penghasil ikan teri (teri nasi, teri nilon, teri jengki dan teri lainnya), yang terus diberdayakan,” ungkap Herman HN, Rabu (1/7/2015).

Dijelaskanya, saat ini kota Bandarlampung menjadi penghasil ikan teri terbesar dengan volume tangkapan kurang lebih, 11.231 ton basah atau senilai kurang lebih Rp108 miliar, dengan sentra ikan asin di Lampung, dengan luas sekitar 12 Hektar yang terletak di Kecamatan Telukbetung Timur.

“Kelebihan kita yaitu Lampung, memiliki Pulau Pasaran dengan pengolahan ikan asin sejak tahun 60-an yang saat ini terus berkembang dan diberdayakan masyarakat setempat serta di dukung oleh pemkota,” terangnya.

Menurutnya, penambahan sarana prasarana ini merupakan bentuk perhatian Pemkot terhadap masyarakat nelayan, sebagai alat tangkap ikan, meskipun alat tangkap ikan sebagian besar milik nelayan masih belum modern sebagaimana nelayan yang ada di wilayah lain.

“Keberadaan usaha milik nelayan yang di pelabuhan tambat nelayan tangkap di Lempasing sudah cukup baik, bahkan sarana pendukung lainnya akan terus kami upayakan dengan di bangunnya pelabuhan Tambat yang permanen serta di sediakan tempat pemasaran hasil tangkapan ikan para nelayan akan terus kami upayakan, bagi para nelayan yang mendapatkan bantuan kapal, sekiranya merawat dengan baik, agar kapal dapat dimanfaatkan sebagai mana mestinya,” tandasnya. (Putra/JJ)