oleh

Lampung Utara Fair ‘Memprihatinkan’

Harianpilar.com, Lampung Utara – Pelaksanaan pameran pembangunan atau Lampung Utara (Lampura) Fair dalam rangka HUT Kabupaten tersebut ke 69 tahun 2015 sangat memprihatinakn. Pasalnya, agenda yang menggunakan anggaran besar dan bertujuan mengenalkan kemajuan Lampura, justru menggunakan data lama.

Sehingga, dalam ajang sosialisasi hasil pembangunan tersebut belum capaian hasil kerja yang maksimal. Sebagian Satuan Kerja (Satker) yang ada tidak menampilkan program kerja baik yang sudah maupun yang akan dilakukan.

Bupati Lampura Agung Ilmu Mangkunegara mengakui hal itu. Menurutnya, pameran pembangunan tahun ini memang masih menggunakan data lama dan memang benar sebagian Satker tidak menampilkan program kerjanya. “Konsep pameran pembangunan adalah menonjolkan apa yang kita miliki dan apa yang akan kita lakukan. Pameran itu kan sebagai wadah instropeksi bagaimana satu tahun yang sudah kita lakukan dan apa yang akan kita laksanakan,”ujar Agung di Halaman Pemkab setempat, Selasa (9/6/2015).

Disinggung soal kritikan pengunjung adanya beberapa stand Satker yang tidak menonjolkan konsep pameran pembangunan tersebut, Agung Ilmu Mangkunegara mengakuinya dan mengatakan hanya beberapa Satker yang masih seperti itu, menggunakan data lama,”Sampai saat ini karena saya tidak sempat masuk kesemua stand pameran, jadi hanya ada sekitar 15 stan yang dapat saya lihat. Dan, memang belum maksimal, data yang dijelaskan masih menggunakan data lama,”jelasnya, seraya menambahkan bahwa pola pikir beberapa Satkernya, seharusnya terus maju,”Tinggal apa yang kurang diperbiki di masa mendatang,”paparnya.

Saat ditanya soal pameran pembangunan ini hanyalah kegiatan yang buang uang percuma, Agung menepisnya, dan justru mengatakan bahwa pihaknya (Pemkab, red) ‘tekor’,” Tidak ada buang uang sia-sia, justru yang ada malah kita tekor,”tegasnya, tanpa menjelaskan secara specifik kata ‘tekor’ yang disampaikan.

Hasil pantauan, stand pameran yang dimaksud seperti diantaranya Stan Dinas Pendidikan hanya diisi oleh hasil keterampilan seni dari beberapa sekolah (SD, SLTP, SMA), dan bukan justru memamerkan program kerja yang telah dilaksanakan dan yang akan dilaksanakan oleh pemilik Satker itu sendiri (Dinas Pendidikan, red), dan beberapa stand Satker lainnya yang tak jelas konsep yang dipamerkan. Sebelumnya, salah seorang pengunjung yang enggan namanya dikorankan mengatakan, jika pameran pembangunan tersebut bukanlah pameran pembangunan.

Hal itu merucut pada terdapat beberapa stand Satker peserta Lampura Fair 2015 tidak menonjolkan kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan,”Saya keliling stand, tapi saya tidak melihat ada hal yang menarik seperti hasil kerja nyata dan rencana kerja yang dipamerkan oleh setiap Satker di pameran itu . Kegiatan pameran itu kalau tidak ada pasar malam, tidak akan dikunjungi. Karena entah apa-apa yang dipamerkan, kebanyakan mamamerkan kertas (Brosur) saja,” ujar salah satu pengunjung yang enggan ditulis namanya. (Iswanto/Yoan)