Harianpilar.com, Metro – Seluas 60 persen lahan sawah di Kota Metro sudah ditanami padi pada musim gadu tahun ini.
Dari keseluruhan luas lahan sawah 1.750 hektare, 300 hektarenya terpaksa ditanami Palawija dan Jagung, lantaran tak dapat air, dan sebagian ada yang memilih tanam gadu nekat.
“Total yang tanam padi MT II atau gadu ini 1.750 hektare. Yang 1.450 ha memang mendapat jatah aliran air, sedangkan yang 300 ha gadu nekat, dan Palawija, serta Jagung, alasannya meskipun tidak mendapat jatah air mereka tetap tanam gadu karena sawahnya basah terus,” ucapSekretaris Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Wiji, Selasa (25/08/2020).
Ia menjelaskan, Kota Metro dialiri dua daerah irigasi (DI), yaitu Sekampung-Batanghari dan Sekampung-Bunut. Untuk DI Sekampung-Batanghari tidak mendapat jatah aliran air karena ada perbaikan.
“Areal persawahan di Metro yang dialiri irigasi Sekampung-Batanghari di Kecamatan Metro Selatan, kemudian Metro Timur dua kelurahan, dan Metro Barat dua kelurahan, sisanya yang tidak mendapat jatah gadu,” tambahnya.
Sementara areal persawahan yang tidak mendapat jatah gadu saat ini ditanami palawija maupun jagung. “Kita perkirakan akhir bulan ini sudah selesai tanam semua. Mudah-mudahan bisa mendapatkan hasil maksimal untuk petani,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Hery Wiratno.
Menurut Hery Wiratno sejauh ini tidak kendala yang ditemukan pada tanam padi di musim gadu ini, hanya beberapa sawah di Kota Metro belum teraliri air dengan maksimal. “Kan jatah airnya itu bergantian. Masih ada beberapa yang belum teraliri secara penuh,” tandasnya.
Dikatakannya, petugas penyuluh pertanian selalu mengedukasi para petani agar nantinya padi yang ditanam bisa maksimal.
Sebab, kondisi tanah yang belum terkena air hujan menyebabkan tanah tersebut belum maksimal jika ditanami padi.
“Ibarat belum matang tanah itu. Jadi harus diisi air dulu agak lama. Setelah itu disemprot dengan EM4, supaya proses pembusukannya cepat,” katanya lagi.
Dia menyebutkan, produksi padi pada musim gadu ini diperkirakan mencapai 28 ribu ton padi.
“Dari 28 ribu ton padi itu kita bisa mendapatkan produksi beras kurang lebih 18 ribu ton. Dan itu sesuai dengan target kita,” sebutnya.
Ia menambahkan, selain ditanami padi, sebagian petani di Kota Metro saat ini juga menanam palawija maupun sayuran.
“Selain padi, ada juga yang tanam palawija. Seperti cabe, jagung dan sayur-sayuran,” tambahnya.(Zuli)








