oleh

DPRD Tolak Penghapusan Bulog

Harianpilar.com, Bandarlampung – DPRD Provinsi Lampung tidak setuju dengan wacana penghapusan Bulog. Bulog adalah satu-satunya badan usaha  penampungan beras untuk rakyat miskin yang ada di Indonesia, di negara lain tidak ada. Hal tersebut dikatakan Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Lampung Joko susanto, di ruang kerjanya, Kamis (23/4/2015).

“Penghapusan Bulog baru wancana, itu cuman isu dari pusat semuannya tidak benar, justru Bulog adalah satu-satunya badan usaha  penampungan beras untuk rakyat miskin yang ada di Indonesia, di negara lain tidak ada, jadi kalau sampai Bulog menang dihapuskan bagaimana dengan program raskin, itu salah satu program yang sangat membantu masyarakat,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/4/2015).

Lebih lanjut politisi dari partai PAN itu menjelaskan, selain beras Bulog juga menampung jagung dan kedelai.

“Tidak mungkin kalau Bulog dihapuskan, mau ditarok dimana beras, jagung maupun kedelai, ini harus diperhatikan, karena manfaatnya banyak untuk kebutuhan masyarakat,” paparnya.

Dia menilai, wacana penghapusan Bulog dari kementerian ESDM  disebabkan kelemahan distribusinya untuk menebus pasar kurang memadai, raskin yang dikelola bulog sampai sekarang kurang berjalan tidak tepat sasaran,sebelumnya Pemerintah pusat mengatakan rencana penghapusan program beras untuk masyarakat miskin (raskin) dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan, skema pembagian raskin seperti selama ini akan dihapus dan diganti uang elektronik atau e-money,menurut Joko selama 16 tahun pelaksanaannya, program raskin memang mendapat banyak sorotan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2013 merilis dugaan penyimpangan program raskin yang disalurkan kepada 15,5 juta kepala keluarga tersebut. (Fitri/JJ)