oleh

56 Stand Ramaikan Festival Permata Nusantara

Harianpilar.com, Metro – Hari ini, Kamis (23/4/2015) Festival Permata Nusantara (FPN) yang di selenggarakan oleh Metro Gemstone Community (GMC) berkerjasama dengan Pemerintah Kota Metro resmi dibuka. Festival permata tersebut merupakan festival berskala nasional yang dilaksanakan sampai dengan 27 April 2015, di gedung wanita setempat.

Pameran batu mulia dan batu permata yang digelar itu bertajukkan Metro Gems Education yang diikuti 56 stand batu dari seluruh indonesia.

“Metro Gems Education bakal menjadi arena pameran skala nasional jenis batu mulia dan batu permata yang datang dari berbagai wilayah,” kata Agus Dwi Rachadi, selaku penanggungjawab Festival, Rabu (22/4/2015).

Dikatakan Agus, pameran ini memang harus digelar guna meningkatkan perkembangan dan kemajuan dunia batu mulia dan batu permata di indonesia, khususnya wilayah Kota Metro Provinsi Lampung.

“Acara ini juga, tidak sekedar memamerkan batu akik saja, tetapi juga ada beberapa ajang kegiatan kontes yang mana kontes tersebut di nominasikan dengan beberapa penilaian dan kategori sesuai yang ditentukan. Kita juga menyediakan tempat uji ilmiah batu (lab),” ujarnya.

Dilanjutkan Agus, event Metro Gems Education Moment, lebih bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang batu mulia, memberikan wawasan lebih luas terutama dalam sisi bisnis, ilmiah dan fashionable.

“Karena bisnis batu mulia sangat jauh berbeda dengan bisnis bunga atau ikan hias yang dapat direproduksi atau dibudidayakan. Di era batu mulia justru semakin lama semakin langka, hingganya harga semakin tinggi dan itu sudah teruji waktu sejak puluhan tahun lalu, bahkan ratusan tahun, mungkin,”jelasnya.

Diwaktu yang sama, Ketua GMC Metro Tomas Alfa Edison mengungkapkan, adanya festival ini, meskipun Kota Metro tidak memiliki trade mark batu mulia, booming batu mulia beberapa waktu terakhir . Kota Metro justru memunculkan  pengrajin batu yang hampir di pelosok Kota Metro. Kondisi ini bentuk pengembangan ekonomi kreatif di masyarakat.

“trand ini, dapat kita kembangkan dalam ekonomi kreatif, tinggal bagaimana peran pemerintah daerah untuk mengembangkan ekonomi kreatif tersebut, melalui pelatihan bagi pengrajin batu mulia sehingga meskipun tidak mempunyai batu mulia, Kota Metro akan menjadi pusat kerajinan batu mulia,”jelasnya. (Romzi/JJ)