oleh

Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM

Harianpilar.com, Bandarlampung – Aksi menolak kebijakan pemerintahan Jokowi-JK kembali bergejolak. Kali ini, puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Komisariat Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL) mendesak pemerintah untuk segera menurunkan harga BBM yang dinilai menyengsarakan rakyat.

“Tanpa kita sadari kenaikan BBM akan mempengaruhi semua harga kebutuhan pokok menjadi naik dan tidak stabil seperti sandang, pangan, papan itu kebutuhan pokok,” kata Koordinator lapangan (Korlap) Zerdinal Pratama, saat menggelar aksi demo di depan kampus UBL, Rabu (15/4/2015).

Menurutnya, pemerintah harus mewujudkan tujuan negara yang salah satunya adalah memajukan kesejahteraan umum.

“Maka kami HMI meminta turunkan kembali harga BBM, dan stablilkan harga bahan pokok,” tegasnya.

Selain HMI, Komisariat Hukum UBL memberikan solusi terhadap pemerintah yaitu konverse BBM ke BBG, nasionalisasikan aset negara yang sudah dikuasai oleh pihak asing, transparasi akuntablitas pendapatan negara(pajak, bea cukai, distribusi), menjaga stabilitas pokok.

Aksi damai kali ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari HMI komisariat Hukum UBL dan dibantu oleh HMI komisariat dakwah IAIN.

Pantauan di lokasi demo, arus kendaraan dari dua arah Jalan Zainal Abidin Pagar Alam macet,. Pasalnya, unjuk rasa yang menuntut penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) itu memakan badan jalan.

Awalnya mahasiswa berunjuk rasa di pinggir jalan. Namun, mereka memaksa agar bisa berdemonstrasi di tengah jalan. Sebab, menurut Zerdinal Pratama, Koordinator Lapangan, tulisan dalam spanduk tidak terlihat bila berunjuk rasa di pinggir jalan.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandarlampung mengerahkan sebanyak 170 personel untuk mengawal aksi demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari Komisariat Hukum Universitas Bandarlampung (UBL), Rabu (15/4/2015).

Padahal, unjuk rasa yang menuntut penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) itu hanya berjumlah puluhan orang.

“Kami mengerahkan 170 anggota. Perinciannya, 65 anggota Pengendalian Massa (Dalmas) untuk mengawasi depan UBL. Kemudian, 115 anggota Dalmas di SPBU dan satu unit mobil water canon,” kata Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Bandar Lampung Komisaris Fidelis Timuranto. (Lia/Juanda)