Harianpilar.com, Tanggamus – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Tanggamus menargetkan pengobatan massal ternak sebanyak 2.500 ekor pada tahun 2015.
Kepala Disnakkeswan Tanggamus, Rizal Pahlevi melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Eko Turyono mengatakan, pengobatan massal ternak tersebut akan dilakukan di lima lokasi di Kabupaten Tanggamus, yang nantinya akan dimulai pada bulan April ini.
Dimana hewan ternak yang ditargetkan terdiri dari sapi, kerbau, dan kambing, hal tersebut dilaksanakan agar hewan ternak di Tanggamus ini terbebas dari penyakit penyakit cacing hati.
“Untuk lokasi yang pertama pengobatan massal di Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Kecamatan Semaka atau di Puskeswan Pugung,” kata Rizal, belum lama ini.
Pengobatan massal sendiri, jelasnya, dilakukan tim Keswan dari kabupaten setempat. Dan juga pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) serta petugas yang ada di Puskeswan kecamatan.
Adapun harapan dari program ini adalah supaya ternak dapat menjadi sehat, dan memiliki nilai jual yang tinggi. Dengan demikian, akan meningkatkan taraf perekonomian peternak. Selain itu kualitas daging hewan ternak layak konsumsi.
“Program pengobatan massal hewan ternak di kabupaten Tanggamus diadakan setiap tahun, dan secara cuma-cuma. Dimana saat pengobatan massal ternak, hewan ternak akan diberikan vaksinasi dan obat, seperti obat cacing dan vitamin, agar stamina hewan ternak semakin baik,” terangnya.
Dirinya menghimbau agar peternak menjaga kebersihan kandang hewan karena apabila kandang kotor, maka penyakit hewan ternak terutama cacing mudah berkembang biak dan menulari hewan ternak lainnya. Dan jika hendak menggembalakan hewan ternaknya, janganlah terlalu pagi karena kondisi rumput yang masih basah terkena embun pagi, dikhawatirkan terdapat telur cacing.
“Terkadang mindset para peternak beda, kebanyakan beranggapan rumput di pagi hari masih segar. Padahal terlalu pagi menggembalakan ternak dan memakan rumput di pagi hari terdapat telur cacing. Oleh karenanya, gembalakan hewan ternaknya tidak terlalu pagi,” pungkasnya. (Imron/JJ)









