oleh

Diduga Bocor, Razia Anjal Nihil

Harianpilar.com, Bandarlampung – Guna penataan serta memberikan rasa nyaman bagi para pengunjung, Badan Polisi Pamong Praja (Bapol PP) Kota Bandarlampung menertibkan sejumlah pedanag kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar, sekaligus merazia anak jalanan (Anjal), anak punk serta gelandangan dan pengemis (Gepeng), Rabu (8/4/2015).

Penertiban Anjal dan Gepeng di Pasar Tengah, Pasar Tugu dan Pasar Panjang dan Simpur ini diduga bocor, akibatnya razia tidak maksimal.

“Ya semua pasar kita sisir, dan petugas yang kita kerahkan ada sebanyak 50 orang, terbagi dua tim, tim satu berjumlah 20 orang kita kerahkan ke arah Pasar Panjang dan sekitarnya, sementara yang 30 nya menyisir ke Pasar Tengah, Simpur Pasar Tugu dan sekitarnya,” jelas Kepala Badan Polisi Pamong Praja (Bapol PP) Bandarlampung, Cik Raden, saat ditemui di ruangannya, Rabu (8/4/2015).

Diungkapkannya, razia PKL ini dilakukan untuk menata kembali pasar-pasar di Bandarlampung. Agar semakin rapi dan tertata.

“Kalau masih ada pengemis, anak punk dan anak jalanan akan langsung kita amankan,” tambahnya.

Untuk di pasar bambu kuning, pihaknya telah menertibkan sebanyak 14 PKL, yang berdagang di jalan Iman Bonjol.

“Ada 14 pedagang kita tertibkan, karena mereka berdagang di jalan aspal, kemudian langsung kita suruh mundur. Dan untuk kotak-kotak yang nggak terpakai serta terpal kita singkirkan, dan sekarang sudah bisa digunakan untuk parkir,” tandasnya.

Sehabis ditertibkan, sambung dia, ada 20 orang petugas Pol PP yang disiagakan di lokasi, guna berjaga agar tidak ada lagi PKL yang berdagang.

“Kita nggak melarang orang berjualan. Tapi, selesai jualan barang-barang dibawa pulang. Jangan dibiarkan menumpuk.” bebernya.

Tidak hanya di pasar bambu kuning, di pasar bawah ramayana juga kita tertibkan dan berhasil mendapatkan 2 orang Gelandangan dan 1 anak punk.

“Kalau di Pasar Ramayana, selain menertibkan PKL. Kita juga berhasil mengamankan dua orang gelandangan dan anak punk. Dan kita telah diambil oleh orang tuanya. Selain itu, pengemis juga kita amankan dari Jalan Raden Intan, Jalan Katamso,” kata dia.

Hasil razia pada kali ini, diperkirakan bocor, karena pihaknya juga melakukan razia sebelumnya di malam hari.

“Kemungkinan sudah pada kabur. Karena kita razia juga pada malam hari. Dan paginya kembali melakukan razia. Jadi siang dan malam kita razia.” ujarnya.
Ditambahkannya, pihaknya juga akan melakukan razia di pasar pada malam hari, karena pasar sering digunakan untuk tempat prostitusi karena pasar gelap.

“Kita juga akan melakukan koordinasi dengan dinas pengelolaan pasar(DPP) untuk memberikan penerangan agar tidak disalah gunakan. Makanya kita juga sudah bekerjasama dengan lurah dan RT. Biar ada sanksi sosial yang diterima oleh pelaku.” terangnya. (Buchari/JJ).