oleh

700 Tenaga Harian Lepas TBPP Lampung Tiga Bulan Belum Gajian

Harianpilar.com, Bandarlampung – 700 tenaga harian lepas (THL) tenaga bantu penyuluhan pertanian (TBPP) Provinsi Lampung mempertanyakan gaji selama tiga bulan dibayarkan. THL yang tergabung dalam Forum Komunikasi THLTBPP Lampung, mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran jika Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorluh) tidak segera membayar uang keringat THL itu.

“Kami akan gelar demo besar-besaran, long march dari Tugu Gajah sampai kantor Bakorluh, jika aspirasi kami tidak direspon,” ancam Pengurus Forum Komunikasi THLTBPP Lampung Putra Rahmatullah, saat dihubungi via telepon, Rabu (8/4/2015).

Dipaparkan Putra, jika gaji THL sejak Januari hingga April belum juga dibayarkan dan tanpa alas an yang jelas.

“Gaji kita belum dibayar selama 3 bulan, ya kita juga butuh uang dong untuk operasional,” tegasnya.

Menurut Putra, semenjak pengelolaan gaji mereka dilimpahkan ke Bakorluh Provinsi Lampung, keterlambatan gaji selalu terjadi pada setiap tahun anggaran baru.

“Fenomena ini selalu terjadi semenjak pengelolaan gaji kita ditangani oleh Bakorluh Lampung, kalau waktu dikelola pusat dulu nggak pernah begini,” terangnya.

Jika dikalkulasikan secara total, lanjutnya, gaji untuk THLTBPP Lampung yang tertunda tersebut hampir mencapai Rp.3 miliaran, sebab ada sekitar 700 THLTBPP di Lampung, dengan gaji variatif tergantung dengan jenjang pendidikan.

“ITU kan ada 700 orang, gajinya yang lulusan SMA Rp 1 juta, D3 Rp. 1,3 dan untuk lulusan S1 Rp. 1,8 juta, kalau dikalkulasikan sebulan aja mendekati angka Rp1 miliar kalau 3 bulan berarti kan Rp3 miliar, nah apa mungkin dari pusat telat ngasih. Tapi kan dulu itu nggak pernah telat, semenjak dikelola Bakorluh baru telat setiap tahun,” urainya.

Akibat keterlambatan gaji itu, banyak rekannya yang juga THLTBPP tidak dapat menjalankan tugasnya secara maksimal, sebab terbentur dengan kebutuhan operasional sehari-hari sedangkan gaji urung didapat.

“Ya ada kawan kita kemaren sampai jual duren  padahal lulusan S1, ini kan juga berpengaruh terhadap kinerja THLTBPP sendiri, mereka juga sehari-hari butuh uang ,” terangnya.

Putra menduga jika anggaran pembayaran gaji THL sengaja disimpan oknum Bakorluh untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

“Ya ini menimbulkan dugaan ada oknum Bakorluh yang menyimpan uang tersebut di rekening karena berharap dapat deposito dari bank tempat nyimpen itu,” terangnya, seraya menjelaskan jika hampir setiap tahun keterlambatan pembayaran gaji THLTBPP terjadi.

“Ya sudah 5 tahun semenjak di kelola Bakorluh kayak gini terus nggak ada perbaikan,” paparnya.

Utuk itu, Putra menegaskan Bakorluh Lampung agar segera mencairkan dana gaji THL TBPP Provinsi Lampung selama 3 bulan.

“Ya kita minta segera cairkan gaji kita, transparansi pengelolaannya agar nggak ada masalah, perbaiki sisitem pembayaran biar nggak telat lagi tiap tahun, kalau Bakorluh Lampung nggak sanggup mengelola gaji kita kembaliin aja ke pusat pengelolaannya,” tandasnya. (Buchari/JJ)