oleh

Raskin Tidak Layak, Warga Diminta Lapor

Harianpilar.com, Tanggamus – Pemkab Tanggamus menegaskan, jika masyarakat penerima manfaat beras miskin (Raskin) bisa langsung menukarkan jatahnya, apabila kualitas beras yang diberikan pada mereka dalam keadaan tidak layak konsumsi (buruk).

Menurut Kasubag Sarana dan Prasarana Perekonomian Faisal Burmelli mewakili Kabag Ekobang Pardi, selama ini memang penukaran beras bisa dilakukan. Sebab penerima berhak mendapatkan beras yang kondisinya baik, untuk skala beras raskin.

“Jadi kalau ada penerima mendapatkan beras sudah hancur, warnanya kuning dan berkutu langsung saja minta tukar dan tunjukan bukti beras yang diterimanya buruk,” ujarnya, Selasa (7/4/2015).

Saat penerima mendapatkan jatah raskin sambung Faisal, sebaiknya langsung dibuka lalu cek kondisi berasnya. Apabila dinilai kualitas beras ternyata jelek minta ditukar dan jangan mau menerimanya.Namun untuk penerima raskin sebaiknya jangan membesar-besarkan masalah jika beras yang diterimanya itu jelek, langsung saja tukar di tempat.

“Kejadian yang selama ini kerap terjadi, biasanya mereka menerima raskin, lalu membukanya di rumah, setelah jelek atau sudah dimasak baru ngomong-ngomong. Kalau seperti itu sulit ditukar lagi sebab tim Badan Urusan Logistik (Bulog) sudah pergi dan beras pun berkurang karena sudah dikonsumsi,” terang Faisal.

Ia pun menegaskan, penerima jangan takut diancam tidak akan diberi lagi jika menukarkan beras. Sebab penerima raskin sudah ada daftarnya. Selain itu sekarang ini ada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang ikut mendata penerima raskin. Jadi pembuatan data penerima raskin bukan lagi mutlak atas ajuan aparat pekon. “Jika ditakut-takuti jangan hiraukan, sebab itu hak penerima. Dan kalau memang keadaanya miskin kami jamin bisa menerima raskin,”Tukas Faisal lagi.

Pemkab menyayangkan jika masih ada aparat pekon turut mengancam, dan asal membagikan raskin,sementara diketahui beras kualitasnya buruk. Sebab lebih baik penerima bisa menukarkan berasnya langsung, dari pada penerima menceritakan kualitas berasnya yang buruk. Imbas cerita nantinya lebih besar, sedangkan jika ditukarkan tidak ada pihak yang dirugikan. Sebab beras yang ditukar langsung dan tidak berkurang bobotnya sama dengan yang akan ditukarkan.

“Kami ingin distribusi raskin semakin baik, jadi kalau ada masalah dan bisa diselesaikan segera, selesaikan langsung, jangan sampai akhirnya jadi cerita yang tidak mengenakan,” harapnya. (Imron/JJ)