Harianpilar.com, Lampung Selatan – Tidak terima statemen anggota DPRD Lampung Selatan (Lamsel) Bejo Susanto (PAN) yang menyatakan bantuan Kendaraan Dinas (Randis) kepala desa tahun 2015 ini bernuansa politik, puluhan kepala desa yang tergabung dalam Apdesi Lamsel, Senin (6/4/2015) meminta pertanggungjawaban atas pernyataan itu.
“Sebenarnya, sudah lama kawan-kawan ingin turun kelapangan (audensi ke dewan). Ingin mempertanyakan terkait perkataan anggota dewan itu terkait randis motor, keinginan para kades tersebut menginginkan randis roda dua itu, sudah diusulkan sejak tahun 2013 lalu,” kata mantan Kades Sumur Kumbang Kecamatan Kalianda Mastur, di ruang banggar, Senin (6/4/2015).
menurut Mastur, kedatangan pihaknya beserta seluruh pengurus Apdesi ke kantor DPRD, ingin meminta kejelasan terkait ocehan anggota Komisi A DPRD Lamsel atas nama Bejo Susanto, yang mengatakan, kendaraan dinas (Randis) yang pernah diberikan oleh pemerintah setempat kepada kades beberapa tahun lalu masih layak pakai, dan bantuan randis dikaitkan dengan politik Pilkada Lamsel. Tentunya, kata Mastur hal tersebut, mengakibatkan sejumlah kades merasa disakiti dan tersinggung.
Mastur juga menambahkan, pihaknya sangat meyesalkan atas perkataan anggota dewan tersebut, yang mengatakan motor randis roda dua yang pernah diberikan oleh pemerintah masih layak pakai (randis lama), dan dikaitkan dengan tahun politik.
“Kami menyesalkan ucapan anggota dewan Bejo Susanto mengenai hal itu,” tambahnya.
Sementara itu menurut ketua Apdesi Kecamatan Natar Supriyono menilai, ucapan anggota dewan tersebut dinilai tidak etis yang seharusnya ucapan seperti itu tidak keluar dari mulut seoarang wakil rakyat.
“Kalau anda memang anggota dewan, tolong dipikirkan kembali ucapan anda. Motor randis yang pernah diberikan ke kades masih dibilang layak, tidak masuk akal. Karena, usia randis sudah tua. Kami minta kejelasan mengenai hal itu. Kemungkinan, kedepannya kami akan berpikir ulang jika anda mencalonkan kembali,” tegasnya.
Di lain sisi, audiensi yang didasarkan surat DPC Apdesi Lamsel kepada Komisi A tanggal 2 April 2015 tersebut, sempat berlangsung ricuh oleh karena statmen salah satu anggota Komisi A tidak seirama dengan para kades mengenai randis. Bahkan, perkataan hujatan sejumlah kades bagi anggota dewan Komisi A DPRD Lamsel sempat terdengar.
Akhirnya Anggota DPRD Lamsel Bejo Susanto meminta maaf terkait pernyataannya disalah satu media massa mengenai kendaraan randis dikaitkan dengan politik yang membuat sejumlah kepala desa tersinggung. (Saipul/JJ).









