oleh

Harga Gabah Kering Panen Masih Rendah

Harianpilar.com, Bandarlampung – Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Lampung menyayangkan harga gabah kering panen yang hingga kini masih renddah dibandingkan harga di penggilingan. 

Humas Bulog Drive Lampung Suzana mengungkapkan, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2015, gabah kering panen (GKP) di petani Rp3.700 dan Rp3.750 di penggilingan.

“Untuk gabah kering giling (GKG) Rp4.600 per kilogram di penggiling, dan Rp4.650 per kilogram di gudang bulog. Sedangkan harga beras Rp7.300 per kilogram di gudang bulog,” katanya melalui telepon selulernya, Minggu (22/3/2015).

Peraturan ini berlaku secara nasional di seluruh Indonesia. Oleh karenanya, Bulog khususnya Divre Lampung mengimbau kepada masyarakat petani agar mengacu pada peraturan dimaksud.

Sehingga tidak muncul kecurigaan-kecurigaan, yang dapat menimbulkan perpecahan dan ketidak harmonisan akibat salah dalam mengartikan harga jual dan beli. Baik itu gabah kering panen atau gabah kering giling maupun beras. “Artinya ini bukan atas kemauan kita saja, tetapi memang sudah menjadi ketentuan dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Suzana, menjelaskan dalam inpres nomor 5/2015 tersebut pemerintah juga memperbolehkan impor beras, namun dengan kondisi tertentu. “Misalkan ketersediaan beras dalam negeri tidak mencukupi. Selain itu, impor juga dapat dilakukan guna kepentingan memenuhi kebutuhan stok atau cadangan beras pemerintah, serta untuk menjaga stabilitas harga dalam negeri,” jelasnya.

Menurut Suzan, presiden juga telah mengingatkan bila impor beras dilakukan harus mengedepankan kepentingan petani dan konsumen. “Ini merupakan upaya stabilisasi ekonomi nasional, melindungi tingkat pendapatan petani, dan stabilitasi harga beras,” paparnya.

Sebelumnya Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo juga berharap melalui kerja sama dengan insatnsi dan Pemda setempat untuk dapat menggerakkan dan memotivasi petani/ kelompok tani untuk melakukan: Tanam Serentak, Perbaikan dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi, Gerakan Pengendalian OPT dan Panen.  Disamping itu, perlu didukung dalam pengamanan penyaluran benih, pupuk dan alsintan.

“Jika semua harapan tersebut dapat diwujudkan Lampung akan dapat mencapai peningkatan produksi padi sebesar 4,3 juta ton GKG pada tahun 2016, kita harus bisa bekerjasama dengan semua instansi terkait agar bisa mencapi panen yang lebih baik,” kata Ridho. (Fitri/JJ).