Harianpilar.com, Bandarlampung – Dibawah kepemimpinan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo jumlah angka kemiskinan di Lampung menurun.
Data yang di peroleh dari website resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pada bulan September 2018 jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Lampung mencapai 1.091,60 ribu orang (13,01 persen), berkurang sebesar 5.45 ribu orang dibandingkan dengan kondisi Maret 2018 yang sebesar 1.097,05 ribu orang (13,14 persen).
Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2018 sebesar 9,27 persen turun menjadi 9,06 persen pada September 2018. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2018 sebesar 14,76 persen turun menjadi 14,73 persen pada September 2018.
Sementara itu, peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan Garis Kemiskinan makanan terhadap Garis Kemiskinan pada September 2018 tercatat sebesar 74,88 persen. Kondisi ini sama dengan kondisi Maret 2018.
Kemudian, nilai tular petani (NTP) Provinsi Lampung Desember 2018 untuk masing-masing subsektor tercatat Subsektor Padi & Palawija (NTP-P) (119,73), Hortikultura (NTP-H) (94,17), Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-Pr) (92,98), Peternakan (NTP-Pt) (114,61), Perikanan Tangkap (117,10), dan Perikanan Budidaya (95,84). Sedangkan NTP Provinsi Lampung tercatat sebesar 105,60.
Desember 2018, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, antara lain pada komoditas subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan, seperti, gabah, jagung, cabai rawit, dan beberapa sayuran, ternak besar, ternak kecil, dan telur ayam ras. Sedangkan subsektor perkebunan, perikanan tangkap, dan budidaya mengalami penurunan harga pada tanaman kelapa, kakao, kelapa sawit, beberapa jenis perikanan tangkap, dan perikanan budidaya.
Secara rinci kenaikan atau penurunan NTP Desember 2018, subsektor pertanian tanaman pangan naik 0,47 persen, subsektor tanaman hortikultura naik sebesar 0,38 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat turun sebesar 0,49 persen, subsektor peternakan naik sebesar 0,91 persen, subsektor perikanan tangkap turun sebesar 0,16 persen, dan subsektor perikanan budidaya turun sebesar 0,04 persen. NTP Provinsi Lampung secara gabungan naik sebesar 0,26 persen. (Maryadi)









